Aparatur Pemerintah Kota Bekasi saat menggelar pawai menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. PALAPA POS/Yudha.

Pawai Tahun Baru Islam di Kota Bekasi Disertai Seruan Tolak LGBT

KOTA BEKASI – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, ribuan aparatur Pemerintah Kota Bekasi menggelar pawai yang dimulai dari Plaza Pemerintah Kota Bekasi dan berakhir di Alun-Alun M. Hasibuan, Senin (15/6/2026).

Pawai tersebut diikuti sekitar 5.000 peserta yang terbagi dalam 67 kelompok. Para peserta berasal dari berbagai elemen masyarakat dan birokrasi, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi kecamatan, kelurahan se-Kota Bekasi, hingga komunitas masyarakat.

Menariknya, selain melakukan long march, sejumlah aparatur pemerintahan juga membawa spanduk bertuliskan penolakan terhadap perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

BACA JUGA: Tri Adhianto Instruksikan Edukasi Bahaya LGBT di Kota Bekasi

Hal ini sejalan dengan pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi yang menyebutkan maraknya perilaku seksual menyimpang di wilayah tersebut. MUI mengungkapkan, hingga kini terdapat sekitar 6.000 orang di Kota Bekasi yang mengaku mengalami penyimpangan seksualitas.

BACA JUGA: Ribuan LGBT di Kota Bekasi, MUI Angkat Bicara

Meski demikian, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan rasa bahagia melihat antusiasme ribuan warga yang hadir dengan tertib. Ia menekankan bahwa momentum pergantian tahun Islam harus dijadikan refleksi untuk memperkuat persaudaraan.

“Hari ini kita menyaksikan indahnya kebersamaan dalam menyambut 1 Muharram 1448 H. Ribuan masyarakat dari berbagai elemen bersatu, berjalan beriringan dengan penuh suka cita. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk berhijrah menuju pribadi yang lebih baik serta mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujar Tri Adhianto.

Lebih lanjut, Tri Adhianto menegaskan bahwa kemeriahan acara yang berlangsung damai menjadi bukti nyata kuatnya nilai kerukunan dan toleransi beragama di Kota Bekasi.

“Kemeriahan yang kondusif ini mencerminkan bahwa toleransi dan hidup rukun berdampingan antarumat beragama berjalan dengan sangat baik di Kota Bekasi. Perbedaan kebudayaan dan latar belakang justru menjadi kekayaan yang mempersatukan kita semua demi kemajuan kota tercinta ini,” tambahnya. (ADV).

Previous Post Nenek Saanih Terima Kursi Roda, Bukti Kepedulian BAZNAS Kota Bekasi