KPAD Kota Bekasi Siap Lakukan Kampanye Anti LGBT
KOTA BEKASI – Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Novrian menyoroti maraknya paparan konten penyimpangan seksual di kalangan anak-anak, yang disebut menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus LGBT di wilayah tersebut. Berdasarkan data, jumlah suspek LGBT di Kota Bekasi mencapai sekitar 6.000 orang.
Menurut Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian menjelaskan bahwa fenomena ini tidak lepas dari derasnya arus informasi melalui gawai, game, dan media sosial.
“Fungsi utama kita adalah memberikan edukasi kepada anak-anak terkait penggunaan gadget. Kita sudah punya PP Tunas, tapi perlu dipastikan apakah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak kasus kekerasan seksual yang melibatkan orang dewasa sebagai pelaku terhadap anak-anak. Ironisnya, sebagian anak yang kini menjadi pelaku pernah menjadi korban sebelumnya.
“Kalau penanganan tidak tuntas, korban bisa berubah menjadi pelaku. Ini fenomena gunung es, kasus yang terungkap hanya sebagian kecil,” tegasnya.
KPAD mencatat, sepanjang tahun 2024 terdapat 19 kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Bekasi. Setiap kasus biasanya melibatkan lebih dari satu korban, namun banyak yang enggan mengungkapkan karena rasa malu atau tekanan lingkungan.
“Wilayah jangan menutup-nutupi. Peristiwa anak bukan masalah domestik, tapi masalah publik,” katanya.
Ia juga menyoroti lemahnya peran keluarga, khususnya ayah, dalam mendidik anak, Kamis (30/7/2026).
“Hari ini pola asuh diambil alih gadget. Kalau orang tua tidak hadir, ruang diskusi di rumah tidak ada, anak mudah terpapar,” jelasnya.
Terlebih KPAD Kota Bekasi mendorong orang tua untuk terlibat langsung, bahkan dalam aktivitas sederhana seperti bermain game bersama anak, agar bisa mengarahkan interaksi mereka di ruang digital.
Sebagai langkah pencegahan, KPAD menekankan pentingnya sosialisasi masif mengenai bahaya LGBT dan penyimpangan seksual.
“Yang paling penting adalah edukasi di tingkat keluarga dan sekolah. Kalau ada korban, jangan distigma. Kita harus samakan persepsi bahwa LGBT dan sodomi adalah penyimpangan seksual yang berbahaya,” tukasnya. (Yud).