Anggota DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin. PALAPA POS/Yudha.

Alit Jamaludin Dorong Pelatihan Digital dan Bantuan Modal untuk UMKM Kota Bekasi

KOTA BEKASI - Kurangnya permodalan serta rendahnya pemahaman tentang digital marketing masih menjadi hambatan utama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bekasi dalam mengembangkan bisnis mereka.

Kondisi ini diperparah oleh program pemberdayaan UMKM yang dinilai masih bersifat seremonial dan belum menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, Sabtu, (14/2/2026).

"Isu krusialnya adalah bagaimana pemerintah mengorientasikan optimalisasi ekonomi digital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Aren Jaya. Perlu ada stimulasi dari pemerintah untuk meningkatkan kapasitas warga," ujar Alit.

Pentingnya Pelatihan Digital Marketing

Alit menekankan perlunya pelatihan digital marketing, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, banyak warga yang belum memiliki tempat usaha atau modal besar, namun berpotensi berbisnis melalui platform digital dengan memanfaatkan gadget.

"Orang tidak punya warung atau tempat usaha, tapi bisa memanfaatkan gadget untuk berdagang. Pemerintah harus hadir, karena masyarakat membutuhkan informasi khusus tentang cara berbisnis secara digital," jelasnya.

Politisi PKB tersebut mengaku telah berkomunikasi dengan Dinas UMKM agar program pelatihan digital masuk dalam rencana kerja tahun ini, dengan target utama generasi muda yang ingin mengembangkan usaha berbasis digital.

Program Tenaga Kerja Mandiri dan Bantuan Modal

Selain pelatihan, Alit juga menginisiasi program tenaga kerja mandiri yang akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Dinas UMKM.

Program ini bertujuan membantu pelaku UMKM yang kekurangan modal, sekaligus memberi peluang bagi masyarakat yang memiliki potensi untuk memulai usaha.

"Bagi warga yang sudah punya usaha tetapi kekurangan modal, pemerintah bisa memberikan bantuan. Sedangkan bagi yang baru akan memulai, pemerintah dapat memberikan stimulasi berupa permodalan," katanya.

Secara teknis, program ini akan menggunakan skema kelompok di tingkat RW. Satu kelompok terdiri dari 20 orang dengan bantuan permodalan sebesar Rp20 juta, yang dapat dikembangkan bersama untuk membuka atau memperluas usaha.

Pemberdayaan Lansia dan Ibu Rumah Tangga

Alit menambahkan, pemberdayaan ekonomi juga penting bagi masyarakat Aren Jaya yang mayoritas berstatus pensiunan dan lanjut usia. Menurutnya, kelompok ini, termasuk ibu rumah tangga, memiliki banyak waktu luang dan bisa diberdayakan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

"Secara sosiologi, masyarakat Aren Jaya kebanyakan pensiunan dan lansia. Mereka perlu diberdayakan, baik pemuda maupun warga yang sudah lanjut usia. Dengan dukungan permodalan, hal ini bisa membantu pemenuhan ekonomi keluarga," paparnya.

Kritik terhadap Program UMKM

Dalam kesempatan tersebut, Alit mengkritik program UMKM di Kota Bekasi yang dinilainya masih bersifat "muncul tenggelam" dan lebih banyak berupa kegiatan seremonial. Ia berharap pemerintah lebih fokus pada program konkret yang benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku UMKM.

"UMKM di Kota Bekasi ini muncul tenggelam. Sekalinya muncul, tidak lebih dari kegiatan seremonial. Pemerintah harus lebih fokus, terutama dengan banyaknya aspirasi warga yang sudah punya bisnis tetapi kekurangan modal," tegasnya.

Sebagai anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi yang membidangi UMKM, Alit berkomitmen memperjuangkan aspirasi warga melalui pengawasan dan pengusulan program ke dalam agenda kerja pemerintah daerah.

Dengan adanya dua program utama pelatihan digital marketing dan bantuan permodalan diharapkan daya saing UMKM di Kota Bekasi dapat meningkat.

"Program ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital," tutupnya. (ADV).

Previous Post Manfaat Nyata RW Rp100 Juta, Warga Rasakan Perubahan di Akar Rumput
Next PostBekasi Utara Terancam Kehabisan Lahan Makam, Dana Miliaran Rupiah Tak Terserap