Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat sedang lakukan pemantaua di pintu air kali mati. PALAPA POS/Yudha.
Wali Kota Bekasi: Warga Tinggal di Bantaran Sungai Harus Pindah
KOTA BEKASI – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak dini hari menyebabkan banjir di Kota Bekasi. Sedikitnya 7 kecamatan dengan 15 titik terendam air dengan kedalaman bervariasi.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa masyarakat yang tinggal dan mendirikan bangunan di Daerah Aliran Sungai (DAS) harus segera pindah.
“Kalau memang itu daerah aliran sungai, seharusnya warga sudah pindah. Apalagi jika tanah yang ditempati bukan milik mereka, melainkan milik Perusahaan Jasa Tirta (PJT),” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Tri menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan proyek pembangunan tanggul sebagai upaya pengendalian banjir. Namun, pelaksanaan proyek masih terkendala pembebasan lahan.
“Untuk wilayah Mawar, memang harus dibuat tanggul agar ada pembatas yang melindungi warga. Tapi itu membutuhkan pembebasan lahan dan kerelaan warga yang masih tinggal di bantaran,” tambahnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi juga berencana melakukan penertiban terhadap bangunan liar yang berdiri di bantaran sungai.
"Tercatat ada sekitar 72 bangunan di kawasan Lotte Mart yang akan ditertibkan dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga keselamatan warga," tutupnya. (Yud).