Salah satu kondisi wilayah di Kecamatan Bekasi Timur yang terendam banjir. PALAPA POS/Yudha.

Tri Adhianto: Banjir Kota Bekasi Dipicu Kiriman Air dari Kabupaten Bekasi

KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengidentifikasi bahwa banjir yang melanda Kota Bekasi sejak Sabtu (17/1/2025) malam hingga Minggu (18/1/2026) pagi, selain dipicu oleh hujan deras, juga disebabkan oleh banjir lokal serta kiriman dari wilayah Kabupaten Bekasi. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi melaporkan, banjir tersebut berdampak pada 101 Kepala Keluarga (KK) yang terpaksa mengungsi ke lokasi lebih aman. Ketinggian muka air dilaporkan bervariasi, mulai dari 20 hingga 100 sentimeter. 

“Secara umum, wilayah yang terdampak banjir adalah daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bekasi serta kawasan yang bergantung pada kinerja sungai pendukung,” ujar Tri, Senin (19/01/2026). 

Ia menambahkan, berdasarkan pemetaan di lapangan, banjir turut melanda sejumlah wilayah perbatasan, di antaranya Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Bekasi Utara, serta Kelurahan Aren Jaya dan Duren Jaya. 

Menurut Tri, persoalan yang memicu banjir cukup beragam, mulai dari sistem drainase yang belum optimal, hambatan pada jalur crossing di kawasan Kalimalang dan Jalan Tol, hingga keterbatasan daerah resapan Polder yang tidak mampu menampung debit air tinggi. 

“Beberapa persoalan tersebut sedang kami benahi secara bertahap,” tegasnya. 

Tri juga menjelaskan bahwa komunikasi sektoral antara Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya dengan Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, belum berjalan optimal. 

“Dengan pemerintahan yang baru, komunikasi belum sempat terbangun kembali,” ujarnya. (Yud).

Previous Post Pengelolaan Sumur Gas Jatinegara Beralih ke Pertamina EP
Next PostSewa Kontainer di Wisata Kalimalang Tuai Kritik, DPRD Kota Bekasi: Rp50 juta Per Tahun Itu Mahal