
Jalan Lumban Hasiholan-Pea Sanggar, Dolok Margu, yang masih hitungan hari sudah ditumbuhi ilalang. PALAPAPOS/Andi Siregar
Telan Dana Ratusan Juta, Lapen Lumban Hasiholan-Pea Sanggar Ditumbuhi Ilalang
DOLOK SANGGUL - Pengaspalan lapisan penetrasi (lapen) Lumban Hasiholan-Peasanggar, Desa Dolok Margu, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), agaknya memprihatinkan.
Pasalnya, masih hitungan hari, sejak selesai dikerjakan pada akhir tahun lalu, jalan tersebut sudah ditumbuhi ilalang. Sementara untuk proyek pengaspalan itu, pemerintah melalui dinas PUPR Humbahas harus merogoh ratusan juta atau Rp294.959.548,23.
Pantauan wartawan, Senin (11/3/2019) pada beberapa titik, ruas jalan yang dikerjakan CV Soala Gogo itu, sudah terkelupas sehingga material batu bekas pengaspalan itu sudah mulai berserak di badan jalan.
Sementara pada titik lain, terlihat bergelombang dan tidak padat. Demikian juga beram jalan tidak semua disisip sertu. Sehingga kuat dugaan, proyek tersebut tidak sesuai kontrak.
Warga setempat Op Gembira Silaban yang melintasi jalan tersebut mengaku prihatin dengan moral kontraktor yang semakin bobrok. Sebab, masih hitungan hari, lapen menuju perladangan dan perkampungan di desa Dolok Margu itu sudah memprihatinkan.
"Sejak dikerjakan, kita sudah khawatir bahwa proyek itu tidak akan sesuai dengan kontrak. Pasalnya, pekerjaan tersebut terkesan memburu waktu dan asal jadi," ujarnya.
Dia juga mengatakan, untuk proses pengerjaan pengaspalan itu, pengawas dari pihak PUPR jarang terlihat dilapangan.
"Kita juga khawatir, pengaspalan ini hanya menerima laporan diatas meja. Karena, kalau 50 persen saja, teknisnya dilakukan sesuai SOP, maka pekerjaan ini sudah bagus. Nah, sekarang kondisi jalan tersebut sudah rusak. Tanpa menungu waktu satu tahun lagi, jalan tersebut akan menjadi amburadul," ungkapnya.
Terkait hal ini, Kadis PUPR Jhonson Pasaribu saat ditanyai disela pengukuhan Korpri di Aula Hutamas, Dolok Sanggul, malah tidak menghiraukan wartawan. Terlihat, mantan ASN dari Tapteng itu setengah berlari meninggalkan wartawan. (and)