Tim Dinkes melakukan evakuasi sosok mayat di tengah hutan di Janji Angkola. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

Program Horas Dinkes Taput Sentuh Warga yang Diterlantarkan

TARUTUNG - Program 3S (Senyum, Sapa dan Salam) yang dibudayakan Bupati Taput Nikson Nababan, efeknya telah terasa. Bahkan turunan budaya 3S diimplementasikan Dinas Kesehatan dengan lebih spesifik yakni Horas (Ketuk pintu layani dengan hati).

Dengan program Horas, tim medis puskesmas Janji Angkola mendapati informasi dari warga ada sosok mayat di tengah hutan di Janji Angkola. Mendapat informasi itu, Dinas Kesehatan Tapanuli Utara dan aparat , Sabtu (17/2) melakukan Pencarian terkait adanya laporan bahwa ada masyarakat yang meninggal di hutan. 

Kepala Puskesmas Janji Angkola dr Tiurma Sinaga bersama Kepala Desa Parsaoran Flider Sitompul beserta aparat lmenuju ke lokasi yang ditunjuk warga, pukul 21.00 Wib. 

Setelah mereka menemukan sosok manusia tinggal sendirian di dalam sebuah gubuk terbuat dari papan dan setelah dicek kondisinya belum meninggal, namun memiliki luka yang lumayan serius di paha kiri. 

Kepala Puskesmas Janji Angkola, dr Tiurma Sinaga mengungkapkan, sosok warga itu merupakan wanita dan tidak satupun identitas ditemukan. Kondisinya cukup memprihatinkan dengan luka yang sangat serius dikaki kiri, dan untuk pemulihan dibawa ke Puskesmas Janji Angkola.

"Kita telah pulihkan kondisi vitalnya dan lukanya dibersihkan. Jika sudah agak membaik akan dirujuk ke RSUD untuk penanganan intensif," katanya, Senin (19/2).

Tiurma mengatakan. sosok perempuan itu diperkirakan berumur sekitar 60 tahun, dan telah dikonfirmasi ke Kadis Kesehatan karena akan dirujuk ke RSUD Tarutung. "Itu harus ditangani serius karena luka dipaha kirinya sudah membusuk," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan, dr Janri Nababan membenarkan, penemuan sosok perempuan di tengah hutan. "Iya betul, kita sudah konfirmasi dengan pihak Rumah sakit agar secepatnya dilayani, dikarenakan luka tersebut sudah membusuk," katanya.

Janri mengapresiasi Puskesmas Janji Angkola yang tanggap dan mengimbau seluruh tenaga medis dan jaringannya agar selalu membudayakan dan melayani masyarakat dengan 3S (Senyum, Sapa dan Salam). "Layanilah masyarakat dengan setulus hati, jangan setengah-setengah, karena masyarakat itu adalah saudara kita," ujarnya.

Janri mengatakan, program 3S yang diimplementasikan melalui Horas (ketuk pintu layani dengan hati) yang dikumandangkan Bupati Taput Nikson Nababan secara perlahan mulai disadari tim medis arti pentingnya. (als)

Previous Post Taput Tuan Rumah Festival Ulos Nusantara
Next PostDukung Germas, Kades Hutauruk dan Puskesmas Gotroy Bangun Jamban