Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Stasiun Bekasi. PALAPA POS/FOTO-IST.

Target Juni Meleset, JPO Stasiun Bekasi Tersendat

KOTA BEKASI – Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kota Bekasi tidak selesai sesuai target. Proyek yang semula dijadwalkan rampung akhir Juni 2026 itu mengalami keterlambatan akibat fluktuasi nilai tukar dolar serta sempat adanya penolakan warga di sekitar lokasi.

Kondisi ini berdampak pada kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki yang masih harus menyeberang di tengah lalu lintas padat, Jum'at (3/7/2026).

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan sejak awal pihaknya optimistis pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Namun, sejumlah hambatan membuat progres tidak berjalan mulus.

“Awalnya memang target optimistis selesai akhir Juni. Tapi ada beberapa persoalan, salah satunya kenaikan dolar yang berpengaruh terhadap proyek. Selain itu, sempat ada penolakan warga, meski akhirnya bisa diselesaikan,” ujarnya.

Idi menjelaskan, keberatan datang dari sejumlah pelaku usaha di sekitar proyek yang khawatir keberadaan JPO akan mengganggu akses maupun tampilan tempat usaha mereka. Setelah dilakukan sosialisasi, situasi berangsur kondusif dan pengerjaan kembali dilanjutkan.

“Awalnya ada pengusaha yang merasa usahanya akan tertutup. Setelah kami jelaskan, akhirnya mereka bisa menerima,” katanya.

Hingga awal Juli 2026, progres pembangunan JPO telah mencapai sekitar 75–80 persen dengan struktur utama yang sudah berdiri.

“Strukturnya sudah berdiri. Tinggal pekerjaan lantai, tangga, dan penyelesaian akhir. Kami juga sempat mengusulkan penambahan lift agar ramah bagi penyandang disabilitas, tetapi masih menunggu apakah bisa direalisasikan,” jelasnya.

Untuk memastikan kepastian waktu rampung, BMSDA akan memanggil pihak pelaksana pada pekan depan guna menyusun ulang jadwal pekerjaan.

"Saya belum bisa menyampaikan target tanggalnya sekarang. Minggu depan kami panggil pelaksana untuk memperbarui jadwal pekerjaannya,” ucap Idi.

Meski target akhir Juni tidak tercapai, pihaknya tetap optimistis pembangunan JPO dapat dituntaskan dalam waktu maksimal dua bulan ke depan.

“Insya Allah tahun ini selesai. Paling lama dua bulan lagi harus sudah beres,” pungkasnya. (ADV).

Previous Post Dishub Kota Bekasi Evaluasi Operasional Trans Beken Selama 30 Hari