Tanpa Blue Print, Wisata Air Kalimalang Dikhawatirkan Sepi Pengunjung
KOTA BEKASI – Rencana Grand Opening Wisata Air Kalimalang yang ditargetkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mitra Patriot (PT MP) pada Maret 2026 mendatang menuai sorotan dari kalangan legislatif.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menilai proyek strategis tersebut belum memiliki blue print atau konsep pengembangan yang matang.
Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal, mengingatkan bahwa tanpa perencanaan jangka panjang yang jelas, destinasi wisata ini berpotensi gagal menarik minat masyarakat.
Ia mendesak PT Mitra Patriot dan investor agar tidak sekadar mengejar target pembukaan seremonial, melainkan memastikan keberlanjutan daya tarik wisata.
“Opening nanti belum tentu maksimal. Harus ada konsep jangka panjang agar wisata ini berkelanjutan. Kalau tidak jelas, bisa jadi Wisata Air Kalimalang ini sepi pengunjung,” tegas Faisal, Senin, (9/1/2026).
Politisi Partai Golkar tersebut juga mempertanyakan arah pengembangan kawasan karena hingga kini blue print komprehensif belum terlihat. Menurutnya, kajian mendalam wajib dilakukan agar kawasan ini mampu memancing ribuan pengunjung dan tidak sekadar menjadi proyek “hangat-hangat tahi ayam.”
“Wisata Air Kalimalang ini belum ada blue print-nya. Ini mau dibawa ke mana?,” cetusnya.
Infrastruktur dan Sentuhan Budaya
Terkait infrastruktur penunjang, pemerintah merencanakan pembangunan lima jembatan di kawasan wisata. Faisal merinci, dari sisi investor hanya dua jembatan yang akan dibangun, sementara tiga sisanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Saat ini, jembatan pertama telah rampung dan jembatan kedua tengah dalam tahap persiapan.
Selain infrastruktur fisik, DPRD juga menyoroti konten wisata. Faisal meminta agar kawasan ini tidak hanya didominasi wisata kuliner yang kini tengah disiapkan melalui kontainer-kontainer khusus.
“Kami memberikan masukan agar kawasan ini tidak hanya berfokus pada kuliner, tetapi juga menghadirkan unsur seni dan budaya sebagai daya tarik tambahan,” ungkapnya.
Faisal menegaskan, DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan, tidak hanya sampai tahap pembukaan, melainkan hingga kawasan tersebut benar-benar layak menjadi ikon kebanggaan nasional.
“Dengan konsep yang unik, menyenangkan, dan terintegrasi, proyek ini diharapkan mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah serta memperkuat posisi Bekasi sebagai destinasi wisata kuliner dan air di tingkat nasional,” pungkasnya. (ADV).