DPC GMNI Tapanuli Utara audiensi dengan Rektor IAKN Tarutung Haposan Silalahi yang didampingi Wakil Rektor IAKN Tarutung Iwan Setiawan. PALAPA POS/Hengki Tobing.

GMNI Tapanuli Utara dan Rektor IAKN Tarutung Perkuat Sinergi Pengembangan Mahasiswa dan Transformasi Kampus

TAPANULI UTARA – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Tapanuli Utara menggelar audiensi dengan Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Dr. Haposan Silalahi, M.Th, didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Iwan Setiawan Tarigan, M.Th, di Kampus II IAKN Tarutung, Rabu (8/7/2026).

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh dialog konstruktif. Audiensi ini menjadi langkah awal membangun kemitraan strategis antara organisasi kemahasiswaan dan perguruan tinggi, dengan tujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia, budaya akademik, serta kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan masyarakat.

Ketua DPC GMNI Tapanuli Utara, Daniel Nababan, menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan tinggi.

“Kampus adalah pusat pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan organisasi kemahasiswaan ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Ketika keduanya bersinergi, akan lahir generasi intelektual yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral, kritis, dan mampu memberi solusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam audiensi, GMNI Tapanuli Utara menyampaikan empat agenda strategis sebagai dasar kolaborasi ke depan. Pertama, kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan, mulai dari seminar, diskusi ilmiah, pelatihan kepemimpinan, sekolah kader, hingga penguatan literasi.

Kedua, dukungan terhadap visi dan misi IAKN Tarutung, termasuk proses transformasi kelembagaan menuju Universitas Kristen Negeri Tarutung (UKN).

Ketiga, kesiapan menjadi mitra strategis dalam pengembangan kapasitas mahasiswa melalui program nonformal, seperti public speaking, literasi, kepemimpinan organisasi, dialektika ilmiah, dan penguatan jejaring.

Keempat, komitmen berkolaborasi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

"Mahasiswa masa depan tidak cukup hanya menguasai teori di ruang kuliah. Mereka harus mampu menyampaikan gagasan, membangun komunikasi, memimpin organisasi, dan hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat,” tambah Daniel.

GMNI Tapanuli Utara menegaskan selama ini aktif melaksanakan advokasi, pemberdayaan masyarakat, serta edukasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian.

Kolaborasi dengan IAKN Tarutung diharapkan memperluas dampak pengabdian sehingga hasil pendidikan dan penelitian dapat dirasakan nyata oleh masyarakat.

Rektor IAKN Tarutung, Dr. Haposan Silalahi, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi selalu membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan yang menjunjung nilai akademik dan berorientasi pada peningkatan kualitas mahasiswa serta pengabdian kepada masyarakat.

Pertemuan ini menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan antara IAKN Tarutung dan GMNI Tapanuli Utara dalam membangun budaya akademik yang sehat, demokratis, dan produktif.

Kedua pihak berharap komunikasi dan kerja sama dapat terus berlanjut melalui program-program yang memberi manfaat nyata bagi mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat luas.

Sinergi kampus dan organisasi kemahasiswaan diyakini menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi intelektual berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dan Indonesia. (Hengki).

Previous Post Tri Adhianto Dorong IKA PMII Kawal Program Magang ke Jepang
Next PostBekasi Utara Darurat TPS