Bupati Humbahas Oloan Nababan saat menyerahkan bantuan santunan untuk keluarga korban bencana Hidtometerologi Sumatra yang terjadi November tahun 2025 lalu. PALAPA POS/Hengki.
Bupati Humbahas Salurkan Bantuan Santunan Korban Bencana Alam di Pakkat
HUMBAHAS – Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Oloan Paniaran Nababan menyalurkan bantuan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia dan korban luka-luka akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada tahun 2025 di Desa Panggugunan dan Desa Pulo Godang, Kecamatan Pakkat, Kamis (30/4/2026).
Penyerahan santunan secara simbolis dilakukan di Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat. Kepala Dinas Sosial Humbahas, Rambe Mardongan Manalu, melaporkan bahwa jumlah penerima santunan sebanyak 14 keluarga.
Korban meninggal dunia di Desa Panggugunan tercatat atas nama Beres Sihotang, Tiada Simanullang, Merni Simamora, Tiurma Simanullang, dan Wedya Amelia Maharaja.
Sementara di Desa Pulo Godang, korban meninggal dunia atas nama Levinder Simanullang, Juniati Silaban, Roy Qwanly Simanullang, dan Diardo Supriono Sihotang. Santunan tersebut diterima langsung oleh ahli waris masing-masing.
Adapun korban luka-luka tercatat atas nama Perika Sihotang, Johari Alexander Sihotang, Grecialina Sihotang, Sonta Simanullang, dan Daniel Sihotang.
Pemerintah daerah menyerahkan santunan sebesar Rp15.000.000 untuk setiap korban meninggal dunia, serta Rp5.000.000 untuk masing-masing korban luka-luka.
Dalam sambutannya, Bupati Humbahas mengaku masih teringat jelas peristiwa banjir dan tanah longsor yang melanda desa tersebut sekitar lima bulan lalu.
“Bencana alam itu meninggalkan duka mendalam bagi kita semua, terlebih bagi keluarga korban. Doa dan harapan kita bersama, semoga peristiwa serupa tidak terulang lagi. Kepada keluarga korban, kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Bupati Oloan.
Ia menambahkan, pasca bencana alam tersebut, pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat dengan memperbaiki berbagai infrastruktur yang rusak secara bertahap dan berkesinambungan, sehingga kehidupan warga dapat kembali normal. (Hengki).