Peresmian Gedung Creative Space Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI). PALAPA POS/(FOTO-IST).
Rumah Perjuangan KMHDI Resmi Berdiri di HUT ke-33
JAKARTA - Peresmian Gedung Creative Space Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 KMHDI, 3 September 2026, menjadi buah dari perjalanan panjang penuh gotong royong.
Gedung yang diresmikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, bukan sekadar hasil kerja organisasi, melainkan wujud kolaborasi kader, alumni, umat Hindu, pemerintah, BUMN, dunia usaha, serta berbagai pihak yang peduli terhadap masa depan generasi muda Hindu Indonesia.
Ketua Umum Forum Alumni (FA) KMHDI, Ir. I Ketut Wiriana, menuturkan bahwa keberhasilan pembangunan Creative Space KMHDI berawal dari keberanian organisasi dan alumni untuk memiliki “rumah perjuangan” sendiri.
"Semua dimulai dari keberanian dan mimpi bersama. KMHDI dan Forum Alumni berkolaborasi melalui Dana Abadi KMHDI dan FA KMHDI untuk membeli sebidang tanah. Setelah itu, muncul keberanian berikutnya: membangun. Dari situlah semangat gotong royong semakin besar dan dukungan terus berdatangan,” ujar Wiriana, Sabtu (5/9/2026).
Sepanjang proses pembangunan, Tim Pembangunan Creative Space KMHDI aktif menghimpun dukungan. Penggalangan punia dilakukan melalui QRIS dan transfer yang disebarkan setiap hari lewat grup WhatsApp alumni KMHDI se-Indonesia, jaringan kader, tokoh umat Hindu, hingga masyarakat di berbagai daerah.
Dukungan tidak hanya berupa dana, tetapi juga material bangunan, tenaga, pikiran, jaringan, serta akses kolaborasi dengan berbagai institusi.
Salah satu gerakan konsisten adalah Charity Tridatu Golf Tournament, yang digelar empat kali berturut-turut pada 2020, 2022, 2023, 2024, dan 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menghimpun kekuatan bagi terwujudnya Creative Space KMHDI.
Selain dukungan kader, alumni, dan umat se-Dharma, pembangunan gedung ini juga mendapat sokongan dari berbagai institusi, di antaranya Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Bank BTN, Krisna Nusantara Group/Ajik Krisna, Pertamina, serta sejumlah mitra lainnya.
Wiriana menegaskan, banyaknya pihak yang terlibat menjadi bukti bahwa Creative Space KMHDI sejak awal dibangun dengan semangat kebersamaan.
“Rumah perjuangan ini tidak dibangun oleh kerja individu. Bukan hanya kerja KMHDI, dan bukan pula hanya kerja Forum Alumni. Creative Space ini lahir dari kolaborasi dan gotong royong. Ada kader, alumni, umat Hindu, tokoh-tokoh umat, pemerintah, BUMN, dunia usaha, serta banyak pihak yang memiliki harapan sama terhadap masa depan generasi muda Hindu,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap dukungan memiliki nilai dan makna yang sama pentingnya. Mulai dari punia melalui QRIS, bantuan material, dukungan sponsorship, hingga tenaga dan pikiran yang dicurahkan selama proses pembangunan.
"Di balik setiap rupiah yang dipuniakan, setiap bahan bangunan yang diberikan, setiap jaringan yang dibukakan, serta setiap tenaga dan pikiran yang dicurahkan, ada satu harapan besar: agar kader KMHDI memiliki tempat untuk belajar, berdiskusi, berjejaring, serta menuangkan ide dan gagasan yang berdampak bagi umat Hindu dan bangsa Indonesia,” ungkap Wiriana.
Ia berharap, Creative Space KMHDI tidak berhenti sebagai simbol keberhasilan pembangunan fisik, melainkan hidup melalui aktivitas kader. Gedung ini diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan tentang keumatan dan kebangsaan.
“Karena Creative Space ini dibangun melalui gotong royong banyak pihak, maka manfaatnya juga harus kembali kepada banyak pihak. Dari rumah ini kita berharap lahir diskusi, karya, inovasi, dan gagasan besar kader KMHDI yang kelak memberi manfaat bagi umat Hindu dan Indonesia,” tutupnya.
Peresmian Creative Space KMHDI pada HUT ke-33 menjadi penanda babak baru perjalanan organisasi. Di balik berdirinya gedung tersebut tersimpan jejak punia, gotong royong, kepercayaan, dan harapan banyak pihak yang kini diwariskan kepada generasi KMHDI untuk dijaga dan dihidupkan sebagai rumah perjuangan serta pusat lahirnya gagasan bagi umat dan bangsa. (***).