Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe sedang bercengkrama. PALAPA POS/Yudha.

Ketua MPR dan Abdul Harris Bobihoe Hadiri Haul KH. Abubakar Jamal

KOTA BEKASI – Kehadiran Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, disambut hangat para tokoh dan jamaah saat menghadiri Haul Almagfuriah KH. Abubakar Jamal ke-28 dan Haul Alm KH. Hairuddin Abubakar ke-10 di Pelataran Yayasan Al Barokah, Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, Sabtu malam (28/6/2026).

Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe menegaskan peran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang mengakar kuat dalam budaya Indonesia. Menurutnya, pesantren selalu menjadi harapan besar bagi orang tua yang mendambakan anak-anak tumbuh berakhlak mulia sekaligus berpengetahuan luas.

"Pesantren bukan hanya penting bagi pendidikan agama, tetapi juga menjadi benteng moral yang mampu menghadapi tantangan zaman modern,” ujar Harris.

Ia menekankan, pesantren merupakan tempat terbaik menanamkan nilai religiusitas sejak dini. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, kekhawatiran akan lunturnya nilai agama semakin meningkat. Karena itu, pesantren hadir sebagai ladang pembibitan generasi muda.

Di pesantren, lanjut Harris, para santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga ilmu umum yang menjadi bekal masa depan. Dengan kurikulum seimbang, pesantren berupaya mencetak generasi yang taat beribadah sekaligus cerdas dan kompeten di berbagai bidang.

“Pesantren adalah tempat strategis membentuk karakter sejak usia muda. Kehidupan yang penuh disiplin dan keteraturan menanamkan nilai kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai ini sangat penting untuk menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

Harris juga mendorong pesantren terus berinovasi dengan mengintegrasikan metode pembelajaran modern agar mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain. Selain itu, pesantren dinilainya sebagai ruang strategis membangun jaringan sosial yang kuat, karena santri berasal dari beragam daerah dan latar belakang.

"Interaksi di pesantren mengajarkan santri menghargai perbedaan. Ini modal sosial yang sangat berharga bagi kehidupan mereka kelak,” tambahnya.

Sebelum menutup sambutan, Harris menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi yang setiap tahun menyalurkan bantuan hibah kepada pondok pesantren sebagai bentuk dukungan dan perhatian terhadap pendidikan keagamaan.

Tampak hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua III DPRD Kota Bekasi, Puspa Yani, para tokoh masyarakat, serta pengasuh Pondok Pesantren Al Barokah. (ADV).

Previous Post Sardi Efendi Optimistis PSEL Bantargebang Segera Dimulai Usai Kunjungan ke Wangneng
Next PostWawali Bekasi Hadiri Khitanan Massal YASFI, 65 Anak Dhuafa Terbantu