Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) Kabupaten Cianjur, Tela. PALAPA POS/Yudha.

Ketua KOPRI Cianjur: Nyawa Anak Hilang Karena Keterbatasan Ekonomi, Pendidikan Jangan Hanya Slogan

CIANJUR - Seorang siswa kelas IV sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas gantung diri di pohon cengkih.

Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi korban berusia 10 tahun berinisial YBR tersebut.

Surat itu ditulis YBR menggunakan bahasa daerah Bajawa. Satu baris surat itu berisi ungkapan kekecewaan korban terhadap ibunya.

Atas insiden tersebut, Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) Kabupaten Cianjur, Tela menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang anak berusia 9 tahun di Nusa Tenggara Timur.

"Pendidikan yang sering disebut “gratis” pada kenyataannya masih menyisakan beban yang tidak mampu dipikul oleh keluarga-keluarga rentan," ucapnya kepada palapapos.co.id, Rabu (4/2/2026).

"Ini bukan kegagalan anak atau keluarganya, melainkan kegagalan sistemik yang menunjukkan belum hadirnya negara secara utuh bagi rakyat kecil," sambungnya.

Terlebih dirinya berharap peristiwa ini menjadi titik balik bagi perbaikan kebijakan pendidikan dan perlindungan anak, serta mendorong penguatan jaring pengaman sosial bagi keluarga miskin dan rentan.

Selain itu pihaknya pun juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian, agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

"Saya dengan tegas mengatakan bahwa pemerintah, baik pusat maupun daerah, agar tidak menutup mata terhadap kenyataan pahit ini. Program pendidikan tidak boleh berhenti pada slogan, sementara masih ada anak yang kehilangan harapan bahkan nyawa hanya karena keterbatasan ekonomi," tutupnya. (Yud).

Previous Post IKA PMII Kota Bekasi Salurkan Rp10 Juta untuk Korban Longsor Pasir Langu
Next PostProyek Desa dan Bumdes Hutatoruan VIII Diduga Hamburkan Anggaran