Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taput Bahal Simanjuntak bersama Ketua MKKS SMP Torus Manuntun Nababan didampingi Sekretaris Victor Pane diskusi penerapan ‘handout’. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

TAPANULI UTARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tapanuli Utara mendorong sekolah terapkan ‘handout’ atau menyiapkan materi pelajaran dibawa pulang siswa mengefektifkan belajar dalam jaringan (Daring) dan luar jaringan (Luring).

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Taput melalui Sekretaris Bahal Simanjuntak, Rabu (17/2/2021) membenarkan mendorong Kepala Sekolah menerapkan ‘handout’.

“Kita sudah diundang rapat kemarin di Medan. Gubernur belum mengijinkan belajar tatap muka, tetap metode pembelajaran Daring dan Luring," kata Bahal Simanjuntak.

Bahal mengatakan, untuk mengefektifkan pembelajaran di tengah pandemi, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) menginisiasi sekolah melaksanakan ‘handout’.

“Kita dorong MKKS menyusun materi pembelajaran Daring dan Luring masa Covid ini," ujarnya.

Menurut Bahal, penyiapan materi mata pelajaran dari guru akan sangat membantu siswa/siswi yang kesulitan akses internet.

“Inilah kreasi kita di tengah pandemi. Kita minta sekolah menyiapkan materi pembelajaran yang bisa dibawa pulang siswa dipelajari di rumah,” jelasnya.

Bahal berharap, melalui ‘handout’ akan meningkatkan kualitas pembelajaran terutama di tengah pandemi.

Ketua MKKS SMP Torus Manuntun Nababan didampingi Sekretaris Victor Pane membenarkan imbauan Dinas Pendidikan melakukan ‘handout’.

“Kita melalui MKKS telah meminta Kepala Sekolah aktif menyikapi proses belajar mengajar masa Covid sesuai petunjuk Kadis. Kita juga meminta semua guru membuat handout dibagikan kepada seluruh siswa," kata Torus.

Kepala Sekolah (Kasek) SMP Negeri 1 Tarutung itu mengatakan ‘handout’ memiliki dampak positif terhadap guru maupun siswa.

“Guru akan semakin terbiasa membuat karya tulis dan aktif melaksanakan tugas walau kondisi Covid. Siswa juga akan terbantu memiliki materi dipelajari di rumah," tandasnya. (als)