DPRD Kota Bekasi menyalurkan kepada perwakilan keluarga Ibu Anis di ruang Komisi II. PALAPAPOS/Reza Aulia

BEKASI – DPRD Kota Bekasi menyalurkan donasi untuk warga miskin tersandung hukum atas inisiasi Ketua Komisi II Arif Rahman Hakim (ARH) menggalang donasi membantu Ibu Anis, buruh cuci di wilayah Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, kini mendekam di tahanan Polres Jakarta Timur

"Kita usap air mata mereka yang mengalami dampak sosial seperti kasus Bu Anis. Sehari-hari merawat anaknya yang terkena gangguan kejiwaan harus mendekam di tahanan akibat permasalahan utang piutang. Ini bukan persoalan politik apalagi bicara dapil, ini persoalan kemanusiaan yang harus ikut kita rasakan,” kata Arif kepada palapapos.co.id ketika diwawancarai di ruangan Komisi II DPRD Kota Bekasi, Rabu (3/2/2021).

Diakuinya, bermula dari keluhan masyarakat melaporkan ada salah satu warga Kota Bekasi bernama Atiko, penderita gangguan kejiwaan tidak dirawat keluarga. Satu-satunya yang merawat yakni ibunya ditahan kasus utang piutang sekitar Rp 9 juta.

"Mendengar berita itu, saya jadi miris dan selanjutnya dengan kawan-kawan dewan yang lain, saya diskusi dalam grup WA untuk menginisiasi membantu meringankan permasalahan ibu Anis dengan menggalang donasi. Sementara, ibu Anis hanya seorang buruh cuci yang bekerja di tetangganya dan sehari-hari merawat anak mengalami gangguan kejiwaan," terangnya.

Meski begitu, sambungnya, ia mengapresiasi langkah Pemkot Bekasi melalui Dinas Sosial langsung bergerak dan membantu anak Ibu Anis bernama Atiko mendapatkan pelayanan di rumah sakit khusus menangani pasien gangguan kejiwaan.

"Kita berharap bantuan dalam bentuk uang ini bermanfaat untuk mengurus perkara Ibu Anis yang sekarang ditahan secepatnya terselesaikan. Apa yang kami lakukan ini sebagai bentuk kepedulian kami sebagai anggota dewan terhadap masyarakat mengalami permasalahan hukum, sambil menunggu Perda Bantuan Hukum kepada masyarakat tidak mampu," ujarnya.

ARH berpesan, terkait masalah serupa yang mungkin dialami warga Kota Bekasi lainnya dari strata sosial tidak mampu untuk tidak segan mengadu ke DPRD Kota Bekasi.

"Saya yakin, ada kasus seperti dialami Bu Anis juga dialami warga Kota Bekasi tidak mampu lainnya. Dewan berkewajiban untuk mengedukasi dan mengadvokasi masyarakat yang tidak mampu,” tandasnya. (rez)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Tri Adhianto Hadiri Malam Keakraban Alumni STTD Bekasi

KOTA BEKASI – Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto hadir malam keakraban Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) bertempat di Ballroom Hotel Santika Mega Bekasi, Sabtu (

Beri Pemahaman Soal Penyakit Menular,  Penggiat Sosial HIV/AIDS Bangun Sinergitas Dengan PWI Bekasi

KOTA BEKASI - Dalam rangka meminimalisir ODHA (istilah penderita yang sudah positif terinfeksi HIV/AIDS-red), Penggiat Sosial HIV/AIDS Kota Bekasi lakukan kunjungan ke Kantor

Sikapi Unras, Pemkot Bekasi : Rotasi Mutasi Pejabat Sesuai Tahapan dan Prosedur

KOTA BEKASI - Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan rotasi dan mutasi dapat terjadi di semua daerah tak terkecuali di Kota Bekasi. Pemerintahan Kota Bekasi melakukan a

Pemkot Bekasi Rapat Masalah PKS Revitalisasi Pasar Kranji

KOTA BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi menggelar rapat koordinasi revitalisasi Pasar Kranji terkait saran teknis atas permasalahan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kota Be

Kantor Pemasaran Villa Indah Permai Bekasi di Demo Mahasiswa

KOTA BEKASI - Demo Aliansi Masyarakat yang terdiri dari para mahasiswa Kota Bekasi atas aduan warga dibangun perumahan tanpa sepengetahuan pewaris. Menurut pengunjuk rasa, obj

Kerja Ekstra, Disdukcapil Kota Bekasi Lakukan Pelayanan Adminduk di Malam Hari

KOTA BEKASI - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Taufik Hidayat menjelaskan bahwa pihaknya lakukan pelayanan Adminduk terintegrasi on the s