Bupati Taput Nikson Nababan dan Direktur Utama PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Edwin Syahrizal berfoto usai penandatanganan perjanjian pinjaman PEN. PALAPAPOS/Hengki Tobing

TAPANULI UTARA - Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang mewabah sejak awal Maret di Indonesia, mengakibatkan dampak bukan hanya ancaman kesehatan. Tapi juga berdampak terhadap lesunya dunia perkonomian di Indonesia, tentunya juga di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara.

Apa pasal, perilaku komsumtif di masyarakat berkurang, untuk menekan pengeluaran. Alasannya tak lain tak bukan, karena tidak ada yang tahu dan bisa memprediksi kapan pandemi akan berakhir. Di sisi lain, aktifitas usaha juga dibatasi sebagai salah satu upaya Pemerintah dalam mencegah dan menekan angka penyebaran Covid-19.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) juga difokuskan untuk penanganan dampak kesehatan, yang menjadi pelengkap menurunnya pertumbuhan perekonomian.

Hal itu tentu terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Dana sekitar Rp 170 Miliar dari APBD Taput ditarik oleh Pemerintah Pusat untuk penanganan Covid-19. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Taput juga merefocushing anggaran untuk penanganan pandemi.

Misalnya untuk penanganan kesehatan seperti pengadaan sarana dan prasarana sebesar Rp 28,5 Miliar, pemberian bantuan sosial kepada warga masyarakat terdampak sebesar Rp 8,9 Miliar. Singkatnya, pengucuran dana kurang lebih Rp 200 Miliar untuk penanganan Covid-19, yang tadinya akan dialokasikan ke berbagai sektor, tentu dapat dipastikan berpengaruh tak baik terhadap pertumbuhan di Tapanuli Utara.

Atas kondisi tersebut, Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si, pun dipaksa berpikir. Selain kesehatan, perekonomian juga harus dijaga atau dilindungi. Karena kesehatan dan perekonomian ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Di satu sisi kesehatan sangat penting. Tetapi di sisi lain, ekonomi lemah juga tidak baik.

Bupati Taput Nikson Nababan saat menandatangani perjanjian pinjaman PEN disaksikan Direktur Utama PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Edwin Syahrizal. PALAPAPOS/Hengki Tobing

Bupati Nikson pun memutar otak dengan cepat. Selain memberikan pelayanan kesehatan bagi penderita Covid-19, ia pun harus memikirkan dampak besar terhadap perekonomian. Refocushing, rasionalisasi dan realokasi anggaran dilakukan dengan cepat. Dana-dana rutin dipotong. Dan mengalihkan sebesar Rp 2,6 Miliar untuk program ketahanan pangan sebagai penanganan dampak ekonomi. Seperti pencetakan kolam dan pengadaan benih ikan, pengadaan ternak, bibit jagung, pohon berbuah dan program pertanian lainnya.

Alasannya, mayoritas penduduk Tapanuli Utara hidup dari sektor pertanian dan peternakan. Pemulihan ekonomi dianggap akan lebih cepat bila sektor pertanian digenjot. Selain itu, kegiatan pertanian dan peternakan dianggap dapat lebih meminimaliasir penyebaran Covid-19, dibanding seperti di kota besar dengan mata pencaharian mayoritas di bidang jasa lebih cepat penyebarannya.

Tidak cukup sampai disitu, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan Pemerintah Pusat untuk Pemerintah Daerah dalam rangka menyelamatkan perekonomian daerah yang terkena dampak Covid-19, dengan cepat ditangkap oleh Bupati Taput.

Usulan pinjaman PEN Daerah Kabupaten Tapanuli Utara kepada PT SMI pun ditujukan untuk memenuhi kepentingan penanganan ekonomi daerah. Pasalnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tapanuli Utara mengalami realokasi untuk penanganan Covid- 19. Usulan tersebut pun akhirnya direalisasi.

Dari sebesar Rp 10 Triliun dana PEN Tahun 2020 yang disiapkan Pemerintah Pusat untuk daerah, Tapanuli Utara akhirnya mendapat dana tersebut. Bupati Taput menandatangani perjanjian pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) oleh Direktur Utama Edwin Syahrizal di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Adapun pinjaman PEN Daerah yang didapat Kabupaten Tapanuli Utara adalah sebesar Rp 326.670.000.000. Dengan peruntukan pengembangan infrastruktur jalan, SDA dan irigasi, perbaikan jalan lingkungan dan PSU Pasar, pembangunan pagar Puskesmas Pembantu, revitalisasi gudang farmasi Dinas Kesehatan, revitalisasi Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Poskesdes/Polindes. Juga revitalisasi pembangunan sarana dan prasarana pendidikan jenjang SD dan SMP. Pembangunan jalan usaha tani, pembangunan jaringan irigasi, pengembangan kawasan obyek wisata Salib Kasih, revitalisasi pasar dan perbaikan infrastruktur jalan dan saluran irigasi.

Padahal, tidak semua daerah bisa mendapat pinjaman PEN. Hanya daerah yang memenuhi persyaratan saja. Dan daerah yang mendapat pinjaman PEN sangat terbatas, salah satunya Kabupaten Tapanuli Utara. Selain itu, ada 20 daerah lainnya yang mendapat pinjaman PEN.

Bupati Taput Nikson Nababan, Direktur Utama PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Edwin Syahrizal, Ketua DPRD Taput Poltak Pakpahan, Sekda Taput Indra Simaremare foto bersama usai penandatanganan perjanjian pinjamam PEN antara Pemerintah Kabupaten Taput dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero). PALAPAPOS/Hengki Tobing

Menurut, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Prima Astera dalam sebuah pemberitaan di media menjelaskan beberapa syarat-syarat bagi daerah bisa mendapatkan pinjaman. Diantaranya, terdampak Covid, memiliki program ekonomi daerah yang sejalan dengan PEN Nasional, jumlah sisa pinjaman ditambah dengan jumlah pinjaman yang akan ditarik tidak melebihi 75 persen dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya. Sedangkan syarat keempat adalah daerah harus memenuhi rasio kemampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman daerah paling sedikit sebesar 2,5 persen.

Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Sarana Multi Infrastruktur sesuai PMK 105/PMK.07/2020 tentang pengelolan pinjaman PEN untuk Pemerintah Daerah adalah program Pemerintah Republik Indonesia bertujuan untuk pemulihan ekonomi dengan program penanganan infrastruktur. Pinjaman PEN tersebut tidak ada beban bunga. Hanya sekali biaya provisi sebesar 1 persen dari total pinjaman, ditambah biaya pengelolaan 0,185 persen selama jangka pinjaman.

Masa pengembalian pinjaman PEN SMI maksimal 10 tahun dengan grace priod 2 tahun, dan dikembalikan melalui Dana Alokasi Umum ( DAU) setiap bulannya. Bisa disimpulkan, pinjaman PEN SMI sangat membantu daerah peminjam karena selain tidak ada bunga, tenggang waktunya yang panjang dan diberikan grace priode.

Langkah Bupati Taput dalam mendapatkan PEN pun diapresiasi. Pembangunan infrastruktur bisa berlanjut di tengah pandemi, tanpa membebani Pemkab Taput dan masyarakat. Di sisi lain, dengan adanya pembangunan, sudah pasti mendongkrak pertumbuhan perkonomian. Ribuan tenaga kerja lokal dan para pengusaha juga terberdayakan.

"Saya sadar, sektor pertanian tidak akan berhasil tanpa infrastruktur yang memadai. Sejak tahun 2014, saya sudah fokus untuk pembenahan infrastruktur. Tetapi di tahun 2020 akibat pandemi ini, anggaran infrastruktur banyak kita refocushing untuk sektor kesehatan dan bantuan kepada masyarakat. Pembangunan seakan terhenti. Tapi dengan adanya pinjaman PEN, pembangunan infrastruktur bisa berlankut," kata Bupati Nikson dalam suatu kesempatan.

Dengan adanya pinjamam PEN, Bupati Nikson mengatakan, pembangunan di daerah itu tetap berjalan. Baik pembangunan infrastruktur termasuk pembenahan fasilitas kesehatan.

"Masyarakat sehat dengan penerapan protokol kesehatan. Perekonomian pun mulai berputar dan meningkat. Ini merupakan untaian asa untuk Taput maju tetap ada," ungkap Bupati Nikson.

Namun, dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur termasuk yang bersumber dari pinjaman PEN, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengajak semua pihak untuk untuk mengawasi hingga pengerjaan tuntas sesuai spesifikasi. Camat, Lurah dan Kades diminta tidak berleha-leha dan mengecek langsung ke lapangan agar jangan sampai ada pembangunan yang melanggar ketentuan.

"Pembangunan dari PEN ini kesempatan emas bagi Taput. Ini masalah kepercayaan, harus kita tuntaskan dengan baik dan berkualitas. Ini anggaran percepatan pembangunan di Taput. Saya harapkan kita bersama-sama untuk memberikan yang terbaik untuk bumi Tapanuli Utara. Bekerjalah selalu dengan hati nurani, kesempatan yang baik dengan niat yang baik akan menghasilkan kebaikan bagi kita semua, masyarakat Tapanuli Utara," kata Bupati Nikson. (adv)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Gagasan Bupati Nikson Soal UNTARA, Kebutuhan Berdasar Hasil Kajian

TAPANULI UTARA - Gagasan Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan berdirinya sebuah Universitas Negeri Tapanuli Raya (UNTARA) ternyata bukan hanya sekedar keinginan. Tetapi merupakan sebuah keb

Reaksi Cepat Bupati Taput Dalam Penanganan Pandemi Covid-19

TAPANULI UTARA - Pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19) yang melanda dunia, membuat negara-negara di belahan dunia menetapkan berbagai kebijakan dan langkah-langkah dalam menangani dan

Wali Kota Bekasi Hadiri Paripurna Sampaikan KUA PPAS TA 2021

BEKASI - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Kamis (6/8/2020) menghadiri sidang Paripurna dalam penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun Ang

Sekretaris DPRD Kota Bekasi Pastikan Tidak Ada Pegawai Positif Covid-19

BEKASI - Sekretaris DPRD Kota Bekasi M Ridwan memastikan tidak ada pegawai Sekretariat DPRD Kota Bekasi terpapar Covid-19 dengan status positif. Hal ini dikatakan Ridwan terkait beredarnya

Dukung Aktivitas Dewan, Sekretariat dan Dinkes Buka Poliklinik Pelayanan Kesehatan di DPRD Kota Beka

BEKASI – Sekretariat DPRD Kota Bekasi bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dineks) membuka Poliklinik Pelayanan Kesehatan untuk mendukung aktivitas anggota DPRD Kota Bekasi

Rapat Paripurna, DPRD Kota Bekasi Terima LKPJ Wali Kota Bekasi Tahun 2019

BEKASI - Rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi yang berlangsung Selasa (17/6/2020) dihadiri 39 anggota, akhirnya menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bekasi Tahun 2019