Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi. PALAPAPOS/Reza Aulia

BEKASI - Komisi IV DPRD Kota Bekasi meminta Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan bersinergi untuk mendukung kebijakan pembukaan pembelajaran tatap muka Januari 2021.

Selain kedua instansi tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi berharap seluruh instrumen lainnya, termasuk Satuan Gugus Tugas dapat bekerjasama merealisasikan kebijakan pembelajaran tatap muka telah dimulai Desember 2020 bentuk simulasi.

"Sebelum kebijakan tersebut dilakukan terlebih dahulu dibuat simulasi pembelajaran tatap muka di bulan Desember. Namanya simulasi, disiapkan dulu infrastruktur dan hal teknis agar menjadi role model bagaimana pembelajaran tatap muka di Kota Bekasi dapat dilaksanakan dimasa pandemi," kata Sardi kepada palapapos.co.id, Jumat (4/12/2020).

BACA JUGA: Disdik Kota Bekasi: Pembelajaran Tatap Muka Diterapkan Januari 2021

BACA JUGA: Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Klarifikasi Pemberitaan Kegiatan Belajar Mengajar

Lebih jauh, Sardi mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat Komisi IV dengan Disdik Kota Bekasi kemarin, Kadisdik mengatakan siap untuk melaksanakan langkah-langkah simulasi, dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka Januari atau bertepatan dimulainya semester II.

"Simulasi itu bisa dilakukan dengan mengurangi jumlah rombel dan mempersiapkan sarana prasana protokol kesehatan disetiap sekolah, serta memastikan adanya instrumen-instrumen pelaksanaan pembelajaran tatap muka, seperti persetujuan orang tua dan Gugus Tugas untuk berkoordinasi dengan pihak RT, RW, tokoh masyarakat sekitar sekolah," papar politisi PKS Kota Bekasi itu.

Selanjutnya, berdasarkan kajian epidemiologi, penilaian kesehatan masyarakat, dan sarana prasarana kesehatan masyarakat, Sardi menilai, Kota Bekasi sudah sangat siap membuka kembali pembelajaran tatap muka Januari 2020.

"Makanya tinggal bagaimana sinergi kebijakan pembelajaran tatap muka ini ditopang dengan kebijakan kesehatan, dan kemarin Komisi IV juga telah rapat dengan Dinkes Kota Bekasi untuk mempertanyakan kesiapan Dinkes mendukung kebijakan tersebut. Karena, Dinkes bagian dari Gugus Tugas, maka kita meminta sebelum dimulai Januari, seluruh guru bisa di rapid test dan juga Dinkes dapat memastikan pelaksanaan instrumen protokol kesehatan di sekolah-sekolah," tandasnya. (rez)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Wali Kota Bekasi: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir Terima Vaksin

BEKASI - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjadi orang pertama di B

Pandemi Covid-19, Gus Shol Berbagi Paket Sembako

BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi Sholihin berbagi paket sembako kepada warg

Pemkot Bekasi Perpanjang Masa ATHB Hingga Februari 2021

BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memperpanjang masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor: 300/Kep.001-BPBD/I/2021 Tentang Perpanjang

Berhasil Dibedah, LGK Resmikan Dua Rumah dan Satu Kantor RT

BEKASI – Awal tahun 2021, Laskar Gerakan Kebaikan (LGK) meresmika

Puncak Perayaan Natal 2020, HKBP Pondok Timur: Terima Kasih Atas Kunjungan PMII

BEKASI – HKBP Pondok Timur Indah, Kota Bekasi mengucapkan terima kasih kepada PMII STIE Tribuana mengunjungi serta membagikan bunga mawar kepada Jemaat Nasrani pada puncak Natal 25 De

PMII STIE Tribuana Bagikan Bunga Kepada Umat Nasrani Kota Bekasi

BEKASI - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STIE Tribuana membagikan bunga mawar kepada umat Kristiani saat merayakan hari Natal, Jumat (25/12/2020).

Pembagian