Ketua AUMKM Taput Dedi Miswar Lumbantobing bersama Abangnya Samuel Lumbantobing dan Ibunya Risma Nababan usai melaporkan dugaan penganiayaan ke Mapolres. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

TAPANULI UTARA – Ketua Asosiasi Usaha Mikro Kecil Menengah (AUMKM) Tapanuli Utara Dedi Miswar Lumbantobing (35) melaporkan tetangganya SLT ke Polres Taput atas dugaan penganiayaan bernomor STTLP/211/XI/2020/SU/RES TAPUT/SPKT.

Pengakuan Dedi warga Jalan Ferdinan Lumbantobing, Kecamatan Tarutung, kasus dugaan pemukulan dialaminya terjadi, Senin (30/11/2020) saat dia mendapat informasi ibunya Risma Nababan (60) cecok dengan tetangganya SLT terkait tanah timbunan.

Pengakuan Dedi, dia mendapat pemukulan oleh SLT sekitar pukul 09:00 WIB. Dugaan pemukulan tersebut atas keputusan keluarga melanjutkan ke proses hukum.

“Ya, tadi kami telah melaporkan SLT yang masih bertetangga dengan kami atas dugaan penganiayaan. Kami tidak mau masalah berlarut-larut sehingga membawanya ke ranah hukum," kata Ded kepada palapapos.co.id.

Dedi mengakui, pemicunya merupakan persoalan lama tak kunjung tuntas terkait penimbunan tanah.

“Salah satu tetangga kami komplain karena menganggap penimbunan yang kami lakukan di belakang rumah memicu becek. Dan itulah yang mengundang keributan bahkan berujung pemukulan SLT kepada saya," ungkapnya.

Dedi meminta aparat Kepolisian segera mengusut persoalan tersebut agar nantinya tidak ada lagi korban.

“Saya minta Kepolisian menegakkan keadilan, siapa yang bersalah silahkan mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya tegas.

Risma Nababan merupakan ibu Dedi Miswar Lumbantobing membenarkan adanya pemukulan kepada anaknya berawal dari cekcok seputar penimbunan tanah, sembari menceritakan kronologis penimbunan tanah berakhir cecok dirinya dengan tetangga.

“Empat hari lalu kami menyuruh Mak Koko boru Simorangkir meratakan tanah timbunan. Namun salah satu warga di lingkungan kami komplain dan saya mempertanyakan alasannya," kata Risma.

“Itulah awalnya, SLT dan saya terlibat cekcok. Selanjutnya anak saya datang ikut membantu untuk menengahi. Nah pada saat itulah terjadi pemukulan, bahkan SLT mendorong saya dan anak saya Samuel berusaha menahan sehingga kedua lututnya terluka," ungkapnya.

Risma berharap, pihak Kepolisian mengusut dan menuntaskan laporan pengaduannya. “Kami menuntut keadilan. Jika kasus ini tidak dituntaskan, kami takut kasus berkepanjangan," pungkasnya. (als)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Rizieq Shihab Tersangka Tiga Kasus Dipindahkan ke Rutan Bareskrim

JAKARTA - Rizieq Shihab tersangka tiga kasus yakni dua kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dan kasus RS UMMI Bogor dipindahkan ke Rutan

Bareskrim Dalami Laporan Pornografi Diduga Libatkan Fadli Zon

JAKARTA - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Po

Setelah Negatif Covid-19, Tersangka HZ Ditahan Polres Tebing Tinggi

TEBING TINGGI – Satuan Reskrim Polres Tebing Tinggi menahan inisial HZ (42) usai menjalani isolasi dan dinyatakan negatif Co

Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Rizieq Shihab Sah

JAKARTA - Penetapan tersangka dan penahanan Rizieq Shihab sesuai pro

Rizieq Shihab Terancam Pasal Berlapis Kasus RS UMMI Bogor

JAKARTA - Rizieq Shihab, tersangka kasus dugaan menghalangi kerja Satgas Penanganan Covid-19 oleh RS Ummi Bogor, Jawa Barat, atas pelayanan kesehatan risiko Covid-19 terancam pasal berlapis

Kapolsek Bandar Khalifah Pimpin Apel 3 Pilar

TEBING TINGGI – Kapolsek Bandar Khalifah Resor Polres Tebing Tinggi AKP Sairik Panjaitan memimpin Apel 3 Pilar sebelum melaksanakan patroli rutin dan patroli dialogis di wilayah hukum