Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar. (IST)

BANDUNG - Dugaan pelanggaran protokol kesehatan kegiatan Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor, Jawa Barat masuk ke tahap penyidikan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Pol CH Patoppoi mengatakan, penetapan penyidikan dilakukan setelah pihaknya melakukan penyidikan dengan melakukan gelar perkara memeriksa 12.

"Minta klarifikasi terhadap15 orang, dan 12 orang hadir, tiga orang tidak hadir,” kata Patoppoi. Kamis (26/11/2020)

Lanjut dia, selain melakukan klarifikasi, terkait kasus tersebut pihaknya juga sudah mengundang ahli epidemiolog, menganalisa CCTV di tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan kata Patoppoi. Penyidik menemukan fakta saat kegiatan Rizieq Shihab di Pondok Pesantren Alam Agrikultural Markaz Syariah DPP FPI, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat (13/12) lalu. Kegiatan itu berlangsung dengan berkerumunnya warga pada saat kedatangan Rizieq Shihab.

Padahal, penerapan PSBB pra AKB, ada sejumlah aturan yang harus dipatuhi ketika menggelar kegiatan mengundang masyarakat, diantaranya, pondok pesantren boleh beroperasi namun tidak bisa dikunjungi. Selanjutnya, kegiatan pertemuan boleh dilakukan namun pengunjung dibatasi 50 persen dari total kapasitas, atau maksimal sebanyak 150 orang.

Selain itu, sesuai dengan aturan di Bogor, kegiatan diatur maksimal tiga jam, dan penyelenggara wajib membuat surat pernyataan siap mematuhi aturan, kepada Satgas COVID-19.

“Fakta di lapangan, seluruh aturan diduga dilanggar dalam kegiatan Rizieq Shihab, terkait p[embtasan jumlah orang, waktu acara, hingga penyelenggara tidak membuat surat pernyataan kepada Gugus Tugas COVID-19 Bogor,” ungkap Patoppoi.

Dari hasil penyelidikan, kegiatan itu diduga ada peristiwa tindak pidana berupa ada upaya menghalang-halangi pemerintah dalam penanggulangan wabah COVID-19, serta dugaan pelanggaran penyelenggara kekarantinaan kesehatan.

"Karena sudah mauk tahap penyidikan, segera memberitahu kejaksaan, dan berproses sampai nantinya kegiatan gelar penetapan tersangka,"ucap Patoppoi.

Dalam kasus ini, polisi menggunakan Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular, Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, dan Pasal 216 KUHPidana. (ant/red)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Rizieq Shihab Ditetapkan Tersangka Kasus RS UMMI Bogor

JAKARTA - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menetapkan Rizieq Shihab tersangka dugaan menghalangi kerja Satuan Tugas Penanganan COVID-19 oleh RS Ummi, Bogor, Jawa

Polisi Rekonstruksi Penembakan 6 Laskar FPI di Karawang

KARAWANG - Dua dari empat anggota FPI yang berada dalam satu mobil ternyata sudah meninggal dunia saat baku tembak di jalan Interchange Karawang Barat, sebelum memasuki jalan Tol Jakarta-Ci

Tidak Menyerahkan Diri, Polisi: Ketum FPI dan Panglima Laskar Akan Ditangkap

JAKARTA – Polisi minta dua tersangka kerumunan di Petamburan yang belum menyerahkan diri yakni

Minggu Dini Hari, Tiga Tersangka Anggota FPI Menyerahkan Diri

JAKARTA – Setelah Rizieq Shihab ditahan,  tiga dari lima tersangka kerumunan di Petamburan sekitar pukul 01:00  WIB, Minggu (13/12/2020) menyerahkan diri ke Polda Mero Jaya.

Polisi: Tersangka Rizieq Menyerah dan Datang ke Polda Metro

JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyatakan, Rizieq Shihab takut  ditangkap dan menyerah datang ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (12/12/2020).<

Polda Metro Jaya Periksa Rizieq Shihab Sebagai Tersangka

JAKARTA – Habib Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan di Polda Metro