Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (rompi oranye) saat akan digiring Rutan Cabang KPK. PALAPAPOS/Istimewa

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (EP) bersama empat orang lainnya yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

"Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari terhitung sejak 25 November 2020 sampai dengan 14 Desember 2020 di Rutan Cabang KPK di Gedung Merah Putih KPK untuk tersangka EP, SAF, SWD, AF, dan SJT," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dilamsir antara, Rabu (25/11/2020) malam.

Empat tersangka lainnya yang ditahan, yaitu Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), pengurus PT ACK Siswadi (SWD), staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih (AF), dan Direktur PT DPP Suharjito (SJT).

KPK total menetapkan tujuh tersangka terkait kasus tersebut. Sedangkan dua tersangka lainnya belum ditahan dan diimbau segera menyerahkan diri ke KPK, yaitu Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Pribadi Misata (APM) dan Amiril Mukminin (AM).

Sebagai penerima suap, yakni Edhy Prabowo, Safri, Andreau Pribadi Misata, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amiril Mukminin. Sedangkan pemberi suap, yaitu Suharjito.

BACA JUGA: KPK Amankan 17 Orang Terkait Kasus Dugaan Korupsi Ekspor Benih Lobster

BACA JUGA: KPK Benarkan Tangkap Edhy Prabowo di Bandara Soekarno-Hatta

KPK menduga Edhy menerima total Rp9,8 miliar dan 100 ribu dolar AS dalam kasus tersebut.

Sebagai penerima, Edhy bersama lima orang lainnya disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara Suharjito disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP uncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (red/ant)

Editor: Oloan Siahaan

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Polda Tahan Ketua PAK HAM Papua

JAYAPURA – Polda Papua menahan Ketua Perhimpunan Asosiasi Kebijakan dan Hak Asasi Manusia Papua (PAK HAM) inisial MM, Kamis (10/12/2020).

Ketua PAK HAM ditahan Pol

KPK Geledah Ruang Kerja Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim

BANDUNG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim di gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Kamis (3/12/2020). Hingga sore hari KPK m

KPK Panggil Dua kadis Pemkab Indramayu Terkait Kasus Suap Proyek

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (27/11), memanggil dua kepala dinas (kadis) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu keperluan  penyidikan kasus suap pengaturan proy

KPK Sudah Selidiki Kasus Dugaan Suap Edhy Prabowo Sejak Agustus 2020

JAKARTA – KPK mengatakan sudah menyelidiki kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 sejak Ag

KPK Amankan 17 Orang Terkait Kasus Dugaan Korupsi Ekspor Benih Lobster

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 17 orang terkait dugaan kasus korupsi penetapan calon eksportir benih lobster.

"Seluruhnya 17 orang, diantar

KPK Benarkan Tangkap Edhy Prabowo di Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan beberapa orang lainnya di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten p