Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Uu Saeful Mikdar. PALAPAPOS/Reza Aulia

BEKASI - Dinas Pendidikan Kota Bekasi melalui PPID mengklarifikasi terkait pemberitaan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Bekasi Inayatulah dan Sekretaris Dinas (Sekdis) Uu Saeful Mikdar saling melempar tanggungjawab ketika dimintai keterangan terkait wacana pembukaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di Kota Bekasi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Uu Saeful Mikdar, menampik hal tersebut dan menjelaskan bukan saling melempar tanggungjawab, namun terkait persoalan KBM tatap muka masih dalam tahapan persiapan.

"Waktu itu, kami (Pemerintah Kota Bekasi-red) melalui Dinas Pendidikan sudah mengirimkan surat kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia," kata Uu Saeful Mikdar, Rabu (25/11/2020).

"Inti dari hak jawab, Pak Kadis selalu mengatur secara bergantian dengan Sekdis, dan ini tidak ada masalah. Untuk yang satu ini kemungkinan Kadis sudah bilang sama pihak pencari berita sudah di arahkan Sekdis. Dilain pihak Sekdis belum baca perintah dari Kadis untuk memberi keterangan. Kami belum bisa menanggapi hal tersebut karena waktu itu kami sedang menyiapkan segala kesiapannya untuk KBM tatap muka, kami pun masih menunggu jawaban dari kementerian," jelas Uu.

BACA JUGA: Enggan Diwawancarai Terkait Pembukaan KBM Tatap Muka, Kadisdik dan Sekdis Kota Bekasi Saling Lempar Tanggungjawab

Lebih jauh, Uu juga mengatakan, dalam menanggapi pertanyaan pihaknya juga tidak ingin tergesa-gesa dalam memberikan jawaban.

"Kami tidak ingin tergesa-gesa dalam mengeluarkan statement, karena perlu dibahas agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di masyarakat, apalagi berkenaan rencana pembelajaran tatap muka di satuan jenjang pendidikan dasar di Kota Bekasi yang bisa dikatakan kebutuhan hajat hidup orang banyak, tanpa ada regulasi sebagai rujukan," kilah Uu.

Selanjutnya, Uu menambahkan, di era keterbukaan informasi seperti saat ini Dinas Pendidikan Kota Bekasi berupaya untuk memberikan informasi.

"Namun sebelum informasi dikeluarkan untuk masyarakat, ada yang namanya saling koordinasi dan sinkronisasi, agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesimpangsiuran," tutup UU. (rez)

Editor: Oloan Siahaan

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Wali Kota Bekasi: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir Terima Vaksin

BEKASI - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjadi orang pertama di B

Pandemi Covid-19, Gus Shol Berbagi Paket Sembako

BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi Sholihin berbagi paket sembako kepada warg

Pemkot Bekasi Perpanjang Masa ATHB Hingga Februari 2021

BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memperpanjang masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor: 300/Kep.001-BPBD/I/2021 Tentang Perpanjang

Berhasil Dibedah, LGK Resmikan Dua Rumah dan Satu Kantor RT

BEKASI – Awal tahun 2021, Laskar Gerakan Kebaikan (LGK) meresmika

Puncak Perayaan Natal 2020, HKBP Pondok Timur: Terima Kasih Atas Kunjungan PMII

BEKASI – HKBP Pondok Timur Indah, Kota Bekasi mengucapkan terima kasih kepada PMII STIE Tribuana mengunjungi serta membagikan bunga mawar kepada Jemaat Nasrani pada puncak Natal 25 De

PMII STIE Tribuana Bagikan Bunga Kepada Umat Nasrani Kota Bekasi

BEKASI - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STIE Tribuana membagikan bunga mawar kepada umat Kristiani saat merayakan hari Natal, Jumat (25/12/2020).

Pembagian