Paslon Nomor Urut Satu H. Pradi Supriatna dan Wakil Wali Kota Depok Hj. Afifah Alia (Pradi-Afifah) pada Debat Publik Pertama Pilkada Kota Depok dengan Tema: Tata Kelola Pemerintahan, Pelayanan Publik, dan Hukum di Kota Depok Dalam Era Kebiasaan Baru, disiarkan Live Streaming Inews, Minggu (22/11/2020) sore. PALAPAPOS/Robesk

DEPOK – Pembangunan di Kota Depok masih Margonda Sentris hingga menyebabkan kemacetan, ditambah tumpukan sampah menambah semberawut wajah Kota Depok.

Demikian dikatakan Calon Wali Kota Depok Nomor Urut Satu H.Pradi Supriatna dan Wakil Wali Kota Depok Hj. Afifah Alia (Pradi-Afifah) pada Debat Publik Pertama Pilkada Kota Depok dengan Tema: Tata Kelola Pemerintahan, Pelayanan Publik, dan Hukum di Kota Depok Dalam Era Kebiasaan Baru, disiarkan Live Streaming Inews, Minggu (22/11/2020) sore.

“Margonda Sentris membuat sesat arah pembangunan Depok, Mal dan Apartemen berjejer di Margonda Raya hingga menyebabkan macet dan itu fakta,” kata Calon Wali Kota Depok Pradi Supriatna.

BACA JUGA: Debat Pilkada, Pradi: 15 Tahun, Hujan Sedikit Depok Banjir

BACA JUGA: Depok Memilih, Pradi-Afifah Nomor Urut 1 Akan Gulirkan Bansos Rp 500.000 per KK

Calon Wakil Wali Kota Depok, Afifah Alia mengatakan selama 15 tahun pembangunan Kota Depok sama sekali belum terwujud karena Margonda Sentris.  

“Pembangunan Depok belum terwujud karena Pemkot tidak pernah menyediakan anggaran pengadaan lahan untuk pembangunan Depok seperti pelebaran ruas jalan,” kata Afifah .  

BACA JUGA: Sukur Nababan: Sudah Saatnya Kota Depok Dipimpin Kader PDI Perjuangan

BACA JUGA: Pilkada Depok, Nico: Datang ke TPS 9 Desember Coblos Nomor 1 Pradi-Afifah

Selain itu, terkait birokrasi, Afifah menegaskan, Pemkot Depok juga belum pernah mengumumkan waktu pengurusan perizinan dan waktu pengurusan KTP.

“Pemkot belum pernah mengumumkan waktu berapa lama dan berapa biaya perizinan yang diduga rawan pungli, begitu juga pengurusan pelayanan KTP yang sangat lama, warga tidak pernah tahu waktu biaya pengurusan KTP,” ujar Afifah

Ironisnya, terkait peningkatan APBD, paslon nomor urut dua yakni Mohammad Idris dan Budi Hartono justru mengakui belum maksimal khususnya dalam mengelola perparkiran karena masih menggunakan peralatan manual.

Perlu diketahui, ada enam partai politik parlemen pengusung Pradi-Afifah yaitu PDI Perjuangan 10 kursi, Gerindra 10 kursi, Golkar (5), PAN (4), PKB (3), dan PSI (1). Ditambah partai politik non Parlemen antara lain Hanura, Perindo, NasDem, Garuda, PKPI, dan PBB. (rbs)

Editor: Oloan Siahaan

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PDI Perjuangan Raih Tiga Rekor MURI

JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih tiga rekor Museum Rekor-Dun

Gema MKGR Dukung Ade Puspitasari Maju Calon Wali Kota Bekasi 2023

BEKASI – Gema MKGR Kota Bekasi mendukung penuh anggota DPRD Jawa

Gus Shol: ‘Re-Branding’ PPP Menuju Partai Modern

BEKASI – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dinilai perlu melakukan ‘re-branding’menuju partai modern mengusung tagline Merawat Persatuan dengan Pembangunan untuk  me

PKS Kota Bekasi Incar Kursi Eksekutif 2023

BEKASI - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bekasi memperkenalkan struktur kepengurusan periode 2020-2025 yang dilakukan secara virtual kepada awak media, Minggu (10/1/2021). Kedepan, PKS

HUT Ke-48, PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi Tanam 4.800 Pohon

BEKASI - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi menanam 4.800 bibit pohon pada Minggu (10/1/2021) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan ke -48. Penananaman dilakukan oleh kader pa

DPC PDI Perjuangan Taput Hijaukan Tepi Sungai Aek Sigeaon

TAPANULI UTARA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tapanuli Utara melakukan gerakan penghijauan di tepi Sungai Sigeaon Tarutung, Kamis (7/1/2021).

<