Ketua TP PKK Taput Ny Satika Nikson Nababan Boru Simamora bersama buah hatinya Abraham dan Jonathan serta Ibu Mertuanya Op Halasan Nababan boru Sihombing diabadikan usai pelaksanaan wisuda Pasca Sarjana Magister Manajemen. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

TAPANULI UTARA - Ketua TP PKK Taput Ny Satika Nikson Nababan boru Simamora angkat bicara motivasi kembali ke bangku kuliah Pasca Sarjana. Dalam wawancara eksklusifnya kepada palapapos.co.id, usai pelaksanaan Wisuda di Sopo Partukkoan Tarutung, Jumat (20/11/2020).

Peraih gelar Magister Manajemen dari Universitas HKBP Nomensen mengantongi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK ) 3.70 itu mengatakan pada prinsipnya mendukung visi misi Tapanuli Utara yaitu menciptakan lumbung sumber daya manusia berkualitas, inovatif dan kreatif.

Melalui ilmu didapatkannya saat mengikuti bangku perkuliahan diterapkannya membantu tugas dari berbagai jabatan diterimanya selaku istri Bupati Taput Nikson Nababan.

“Dengan ilmu yang saya terima selama dua tahun dibangku kuliah, dapat saya tularkan ataupun berbagi kepada siapa yang membutuhkan dan kapan saja. Karena ilmu itu jika tidak dibagi akan sia-sia serta kurang manfaatnya," kata Satika.

Walaupun diusia tidak muda lagi yakni menjelang usia 50 tahun, Ibu dari si kembar Abraham dan Jonathan Nababan itu tetap semangat dan tidak menjadikan faktor usia sebagai hambatan.

“Justru saya semakin semangat dan ingin menunjukkan bagi generasi muda, usia dan kesibukan saya selaku istri Bupati Taput bukanlah penghalang," ungkapnya kepada palapapos.co.id

Seputar judul Thesis diseminarkannya secara virtual kepada dua dosen penguji Prof Pasaman Silaban dan Ferry Panjaitan, Ketua TP PKK tersebut angkat bicara secara gamblang.

Dikatakannya pada dasarnya sebagai bentuk dan wujud kecintaan kepada Tenun Ulos, karena dari awal pembuatan mulai memintal benang hingga menjadi suatu Ulos terdapat jiwa gotong royong.

“Ulos bisa saya sebut Masterpiece atau Maha Karya yang dikerjakan mayoritas wanita kaum Batak. Melihat kegigihan kaum Ibu Batak bergelut sebagai Penenun, ada niat saya ingin bisa membantu mereka agar lebih sejahtera,” ungkapnya.

“Saya sudah lakukan diawal sebagai Ketua Dekranasda, dimana ada 6000 Petenun Ulos binaan agar bisa membangkitkan sektor ekonomi dan kesejahteraan pengerajin. Terlebih lagi dimasa pendemi, kita dituntut berkreasi apalagi diawal pesta-pesta tidak diperbolehkan sehingga Petenun sangat terdampak," lanjut Satika.

BACA JUGA: Wisuda Pasca Sarjana, Op Halasan Nababan Wakili Bupati Taput Pindahkan Tali Toga Ketua TP PKK Satika Simamora

BACA JUGA: Raih Nilai A, Satika Simamora Resmi Sandang Gelar Magister Manejemen

BACA JUGA: Dari Kecintaan Hingga Ikut Melestarikan Budaya Batak, Satika Simamora Angkat Ulos Judul Thesis Pasca Sarjana

Menurutnya, kreasi dan kreativitas dilakukannya yakni memproduksi Masker Ulos sudah menggaung dimana-mana.

“Jadi bahan bakunya adalah Ulos yang dikerjakan Petenun, namun kita minta Ulos tenunan yang sesuai selera pasar dan fit disounding bahan baku Masker Ulos. Dan lihat sendiri, sudah banyak yang memakai bukan hanya kita tapi dari luar. Inilah yang saya katakan membangkitkan sektor ekonomi," paparnya.

Selain itu jika terus dilakukan serta melakukan kreasi maupun inovasi terhadap Ulos adalah salah satu cara melestarikan Ulos.

“Kita harus lestarikan Ulos sebagai ikon tradisi masyarakat suku Batak dan tidak akan lekang sampai kapanpun oleh zaman," sebut Satika.

Secara luas disampaikan Satika, sejauh mana pengetahuannya tentang Ulos yakni Ulos merupakan Mahakarya Indonesia berasal dari salah satu peradaban tertua di Asia sejak 4.000 tahun lalu yaitu kebudayaan Batak.

Ulos bahkan telah ada jauh sebelum bangsa Eropa mengenal tekstil. Di Batak, khususnya kawasan Danau Toba, Ulos merupakan simbol adat dinilai sakral dan tradisinya masih dilestarikan. Suku bangsa dikategorikan sebagai Batak adalah Batak Angkola, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Pakpak/Dairi, Batak Simalungun, Batak Toba.

Menilik dari fungsi dan maknanya, maka Ulos suku Batak sebuah identitas dimiliki masyarakat di suku Batak dan menjadi ikon bagi masyarakat itu sendiri. Ulos juga hasil benda budaya dari leluhur suku Batak, suku Batak melakukan pelestarian Ulos agar nilai budayanya terjaga dan tidak punah.

Pada proses pelestarian Ulos suku Batak terdapat berbagai macam unsur kebudayaan diantaranya adanya pengetahuan dan unsur seni dalam pembuatan produk tersebut.

Dalam proses pelestarian Ulos diadakan pameran atau event untuk keberlanjutan pelestarian Ulos supaya dikenal lebih dalam pengunjung dan lebih dimanfaatkan dalam sektor ekonomi.

Pengetahuan dimiliki petugas pameran dalam menjaga dan melestarikan Ulos suku Batak merupakan hal sangat penting dalam pelestarian Ulos, karena dengan pengetahuan tersebut bisa memberi informasi kepada masyarakat/pengunjung lebih menghargai sebuah benda budaya dan bangga dalam menggunakan Ulos, contohnya dalam pelestarian Ulos suku Batak terdapat berbagai macam pengetahuan diantaranya yaitu pengetahuan mengenai sejarah dan makna Ulos suku Batak, pengetahuan mengenai jenis dan fungsi Ulos suku Batak, pengetahuan mengenai pembuatan Ulos Batak, pengetahuan mengenai perawatan Ulos suku Batak, pengetahuan mengenai inovasi Ulos dapat mempengaruhi sektor ekonomi dan kesejateraan masyarakat.

Selain itu, pada proses pelestarian Ulos juga terdapat unsur seni, semuanya itu tertuang pada karya dihasilkan. Pada pelestarian Ulos seyogyanya dilakukan menggunakan bahan alami bukan bahan kimia, karena dengan menggunakan perasaan, ataupun talenta dimiliki penenun dan juga bahan alami, Ulos dihasilkan akan lebih bagus dan natural.

Dalam pelestarian ulos, diakuinya telah melakukan kegiatan promosi, pameran tenun, dan festival tenun didalam dan luar daerah bahkan Internasional.

Pada event tersebut diperkenalkan sejarah Ulos dan berbagai jenis Ulos yang pernah ada di kebudayaan Batak, disamping itu juga diadakan perlombaan menenun, opera, manortor, Fashion Show bertemakan suku Batak mampu menarik minat masyarakat (anak sekolah) mengetahui Ulos lebih dekat.

Untuk melakukan pelestarian penenun Ulos, Satika Simamora menyampaikan sejumlah langkah dan saran bisa dilakukan diantaranya memberdayakan penenun Ulos Batak, dengan melakukan pelatihan tenun Ulos, pelatihan motif Ulos, pelatihan pewarnaan alam, perubahan bahan benang dari benang putar (kasar) ke benang 100 bahkan benang sutra, pelatihan penenun dalam teknologi ataupun sistem dalam mempromosikan dan menjual hasil tenun.

Kemudian, ikut memfasilitasi kepada pihak lain memungkinkan untuk membeli tenun Ulos, baik untuk adat, seragam pegawai dan seragam sekolah, souvenir dan bahkan masker dimasa pendemi Covid-19.

Selanjutnya mempromosikan ketingkat Nasional dan International bertujuan meningkatkan pendapatan ekonomi penenun serta mendorong produktivitas tenun Ulos. Menjunjung kreativitas penenun Ulos Batak dengan memberi apresiasi kepada penenun dengan cara mencantumkan nama penenun pada koleksi Ulos dipajang di workshop Festival Tenun.

Sedangkan saran bisa menjadi poin keputusan pembelian tenun Ulos kedepan dari hasil penelitian dan pengamatan telah dilakukan mengenai pengembangan inovasi, kualitas dan promosi, maka ada beberapa saran diantaranya mengadakan sosialisasi ke masyarakat, sekolah-sekolah dan kantor tentang pengetahuan jenis Ulos dan fungsinya.

Kemudian, Pemerintah membuat Peraturan Daerah yaitu memakai tenunan Ulos sebagai seragam daerah dalam rangka kearifan lokal. Membuat standart harga untuk tenun Ulos agar pembeli lokal dan wisatawan membeli sesuai kemampuan dan tidak merasa kecewa.

Membantu meningkatkan perekonomian penenun Ulos dengan cara membeli hasil tenunan penenun Ulos khususnya kepada suku Batak itu sendiri, apalagi pemakaian untuk Budaya/Adat.

Adanya tempat wisata tenun Ulos dengan konsep kampung tenun Ulos. Sesuai dengan khas tenunan Ulos suku Batak itu sendiri, dan para wisatawan yang mengunjungi kampung tenun Ulos bisa mengabadikan momen menggunakan tenun Ulos dan pakaian adat suku Batak.

Menyediakan fasilitas alat penenun Ulos batak bisa dimanfaatkan pengunjung kampung tenun Ulos sehingga pengunjung dapat mencoba menenun tenun Ulos Batak secara langsung dan sekaligus menambah wawasan tentang tenun Ulos Batak.

Adanya tempat pelelangan tenun Ulos sebagai tempat bertemu pembeli dan penenun bertransaksi. Penenun hanya fokus menenun saja, artinya sudah ada tempat rutin para penenun memasok hasil tenunan.

Membedakan jenis tenun Ulos untuk Budaya/Adat dan jenis tenun Ulos untuk Fashion (Inovasi) sesuai jenis fungsi Ulos. Membedakan penyebutan nama yaitu Ulos disebutkan untuk tenun tangan (handmade) dan motif Ulos disebutkan untuk yang bukan tenun tangan (non handmade).

“Adanya acara (pameran) tahunan khusus budaya Batak dan tenun Ulos, setelah kita amati begitu banyak jenis-jenis Ulos dan fungsinya sesuai budaya masing-masing suku Batak. Adanya wadah atau sistem khusus teknologi untuk memasarkan tenun Ulos baik Nasional dan Internasional serta adanya Museum untuk Budaya Batak beserta tenun Ulosnya,” tutup Satika. (als)

Editor: Oloan Siahaan

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Sumbangan Pertamedika, Bupati Taput Salurkan Ventilator ke RSUD Tarutung

TAPANULI UTARA - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan menerima bantuan alat kesehatan (alkes) dua unit Ventilator Model ACM 812A dengan Merk Yuwell YH 730 dari Pertamedika, di rumah

Pengusaha Janji Perbaiki Jalan Rusak Menuju Kawasan Wisata Salib Kasih

TAPANULI UTARA – Terkait rusaknya ruas jalan hotmix menuju kawasan wisata Salib Kasih, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara dipicu truk pengangkut material, pengusaha sia

Konstruksi Oleng, Alat Berat Pemkab Taput Perbaiki Jembatan Lumbansoit

TAPANULI UTARA - Jembatan gantung Lumbansoit menuju Dusun Lumbansoit, Desa Hutauruk, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara mulai diperbaiki akibat konstruksi oleng.

<

Satika: Kita Akan Terus Dorong Agar UMKM di Taput Semakin Maju

TAPANULI UTARA – Ketua Dekranasda Tapanuli Utara Ny Satika Nikson

13 UMKM di Taput Terima Bantuan Gerobak dan Fasilitas Dagangan

TAPANULI UTARA - 13 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kab

Siddhakarya Award, Wine Coffe Gogo Taput Sabet Kategori ‘Good Performance’

TAPANULI UTARA – PT Usaha Suka Maju jenis usaha pengolahan kopi dari Tapanuli Utara (Taput) dengan produk Wine Coffe Gogo meraih penghargaan 'Good Perfomance' pada acara Produ