Anggota DPRD Kota Bekasi Sholihin. PALAPAPOS/Reza Aulia

BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tak memperpanjang Maklumat Wali Kota Bekasi berakhir pada Jumat, 9 Oktober 2020. Aturan terkait penanganan Covid-19 kembali kepada Surat Edaran Nomor 556/1294.Set.Covid-19, terbit 29 September 2020.

Sebelumnya, Surat Edaran tersebut memuat perubahan standar protokol kesehatan dan keamanan dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19 pada masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB).

Perubahan regulasi ditujukan untuk tempat-tempat usaha, jasa kepariwisataan dan hiburan di Kota Bekasi. Pelaku usaha diwajibkan menerapkan protokol kesehatan ketat di lokasi usaha, seperti wajib memakai masker dan pengecekan suhu tubuh.

Menanggapi tidak diperpanjangnya Maklumat Wali Kota, anggota DPRD Kota Bekasi, Sholihin menyambut baik kebijakan pimpinan Pemkot Bekasi.

Ia menilai, tidak diperpanjangnya Maklumat tersebut bisa menandakan terjadi penurunan jumlah kasus Covid-19 di Kota Bekasi.

"Saya mengapresiasi kebijakan yang diambil Wali Kota, karena disamping kesehatan yang tetap menjadi prioritas nomor satu, namun ekonomi juga harus tetap tumbuh untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah dan prioritas lainnya," kata Sholihin kepada palapapos.co.id, Senin (12/10/2020).

Meski begitu, Ketua DPC PPP Kota Bekasi itu juga menekankan masyarakat juga harus tetap patuh dan menjalankan protokol kesehatan ketika beraktivitas.

"Kita ingin saat ruang-ruang untuk bagi pelaku ekonomi dibuka kembali, kesehatan tetap menjadi skala prioritas, yang tentunya masyarakat berperan penting dalam menjaga hal itu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-harinya," terangnya.

Lebih jauh, ia juga mengatakan, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi hingga September 2020 sudah mencapai 85 persen, diraih dari Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan pajak lainnya.

"Tidak diperpanjangnya maklumat Wali Kota, memungkinkan sisa tiga bulan kedepan target raihan PAD mudah-mudahan dapat tercapai, karena dipastikan sektor pariwisata seperti pusat hiburan, hotel, restoran dan lainnya kembali bergeliat dan diharapkan mampu menyumbang pendapatan untuk Kota Bekasi," tandasnya. (rez)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

DPRD Kota Bekasi Setujui RAPBD 2021, Penanganan Covid-19 Masuk dalam Prioritas Belanja Tidak Terduga

BEKASI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2021 dengan antisipasi penanganan Covid-19 masuk dalam p

Disdukcapil Kota Bekasi Raih Juara 1 Kategori OPD Terinovasi Tahun 2020

BEKASI - Disdukcapil Kota Bekasi meraih juara 1 (pertama) untuk kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terinovasi Tahun 2020 dalam penganugerahan Perangkat Daerah Innovation Week Tahun

Disdik Kota Bekasi: Pembelajaran Tatap Muka Diterapkan Januari 2021

BEKASI - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mengaku akan membuka kembali pembelajaran tatap muka pada Januari 2021, dengan terlebih dahulu melakukan simulasi Kegiatan Belajar Mengajar (K

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Klarifikasi Pemberitaan Kegiatan Belajar Mengajar

BEKASI - Dinas Pendidikan Kota Bekasi melalui PPID mengklarifikasi terkait pemberitaan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Bekasi Inayatulah dan Sekret

Enggan Diwawancarai Terkait Pembukaan KBM Tatap Muka, Kadisdik dan Sekdis Kota Bekasi Saling Lempar

BEKASI - Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah dan Sekretaris Dinas (Sekdis) Uu Saiful saling melempar tanggungjawab ketika dimintai keterangan terkait wacana pembukaan Ke

Wali Kota Hadiri Peletakan Batu Pertama Masjid Polres Metro Bekasi Kota

BEKASI - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Polres Metro Bekasi Kota di gedung Polres juga masih dalam pembangunan di depan Markas