Tim gabungan terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, Camat dan Lurah Hutatoruan X serta Lindup saat turun penertiban dan pembongkaran lapak pedagang di kawasan tanggul Aek Sigeaon Tarutung. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

TAPANULI UTARA - Usai melakukan pertemuan dengan pedagang di kawasan tanggul Aek Sigeaon kemarin, tim penertiban kawasan tanggul terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri didampingi Camat Tarutung Reinhard Lumbantobing, Lurah Hutatoruan X ZK Lumbantobing serta Lingkungan Hidup (Lindup) turun menyisir lapak pedagang, Rabu (16/9/2020).

Dari pantauan palapapos.co.id, tim gabungan mulai menyisir dari simpang Naheong hingga ke ujung jalan Dipenogoro. Tim gabungan langsung melakukan pembongkaran lapak pedagang yang menutupi fasilitas berupa taman bunga serta lapak sudah lama tidak difungsikan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Rudi Sitorus membenarkan penertiban sekaligus pembongkaran untuk menjauhkan kawasan tanggul dari kesan kumuh.

"Semalam sudah disepakati seluruh pedagang, kita akan turun melakukan penertiban serta meminta mereka menata kembali lapak yang ditempati," kata Rudi Sitorus.

Bagi lapak yang menutupi fasilitas taman bunga dan tertutup, sambungnya, diminta dibongkar ataupun petugas melakukan pembongkaran.

"Kita berikan waktu dua minggu untuk membenahi dan bagi yang lapaknya ditinggal atau tidak dimanfaatkan kita bongkar," tegas Rudi.

Sementara itu, Lurah Hutatoruan X Tarutung ZK Lumbantobing mengatakan, dari data sementara ada sekitar 40 sampai 50 lapak pedagang.

"Tapi yang terisi sekitar 35 lapak dan penyisiran serta penertiban ini juga cara mengumpulkan fakta adanya transaksi jual beli maupun sewa menyewa lapak. Itu tidak dibenarkan karena kawasan ini punya Pemerintah," kata ZK Lumbantobing.

Lebih jauh, ZK menambahkan, bagi pedagang yang masih mau berjualan agar mematuhi kesepakatan bersama.

"Jaga kebersihan, dan tidak boleh menutup semua lokasi lapaknya, harus terbuka kearah sungai maupun kedepan jalan. Jika tidak mematuhi maka akan ditertibkan," tegasnya. 

Sebelumnya, dalam pertemuan pedagang dengan Bupati Taput Nikson Nababan, Selasa (15/9/2020)  membahas upaya penataan dan ketertiban para pedagang disepanjang tanggul Aek Sigeaon, Kelurahan Hutatoruan X, Kecamatan Tarutung.

Bupati menegaskan, rapat ini bertujuan untuk membahas agar kesan kumuh di daerah itu bisa dirubah menjadi lingkungan yang sehat dan asri sebagaimana yang diinstruksikan dalam Instruksi Bupati Nomor 06 Tahun 2020.

"Maka bangunan usaha di sepanjang tanggul Aek Sigeaon, Kelurahan Hutatoruan X, agar dikembalikan kebentuk semula dan diberikan waktu selama dua minggu. Bangunan yang ada harus memperhatikan keseragaman baik bentuk maupun bahan bangunan dari baja ringan. Bangunan usaha juga tidak diperbolehkan permanen dan bukan untuk tempat huni, serta tidak boleh memakai badan jalan," kata Bupati Nikson.

Lebih jauh, Bupati juga menyampaikan, bagi para pedagang telah melanggar struktur dan tidak bersedia tempat usahanya ditata ulang, maka tidak diperbolehkan lagi berusaha.

Sementara itu, untuk bangunan usaha yang tidak aktif lagi akan dibongkar dan diberikan kepada calon pengusaha benar-benar ingin berdagang dan tidak dibenarkan adanya transaksi jual beli tanggul.

Selanjutnya, bagi pengusaha baru, disarankan membuat permohonan kepada Lurah setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Kepala Lingkungan. Tidak hanya itu, fasilitas umum disepanjang tanggul seperti pot bunga dan tempat duduk agar difungsikan kembali dan apabila ada ditutupi maka akan dibongkar.

"Pedagang di sepanjang tanggul Aek Sigeaon juga agar melaksanakan Jumat Bersih setiap minggu dan wajib menanam bunga di tepian sungai dibelakang usaha masing-masing," terangnya.

Sehubungan dengan terbitnya Peraturan Bupati Tapanuli Utara Nomor 40 Tahun 2020 tentang Pedoman Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan Pengendalian Covid-19, Bupati Taput mengajak seluruh pedagang tanggul wajib melaksanakan protokol kesehatan dan hanya melayani pelanggan yang memakai masker.

Dalam kesempatan itu, para pedagang menyampaikan persetujuannya dan mendukung serta ingin terlibat membantu Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk membangun Tapanuli Utara, termasuk untuk memperindah Kota Tarutung dengan menciptakan Aek Sigeaon menjadi ikon Kabupaten Tapanuli Utara. (als)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Dandim 0210/TU: Ketahanan Pangan Nasional Masuk Program TMMD ke-109

HUMBAHAS - Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 wilayah kerja Kodim 0210/TU di Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbang Hasundutan, bukan hanya fokus pada pembukaan jalan

Satgas TMMD Kodim 0210/TU Singkirkan Pohon Tumbang Penyebab Arus Listrik Terputus

HUMBAHAS - Satgas TMMD Kodim 0210/TU bersama masyarakat dengan sigap menyingkirkan pohon tumbang yang menjadi penyebab listrik yang mengaliri ke arah Tarabintang sempat terputus. 

Poskes TMMD 109 Siap Layani Warga Pelayanan Kesehatan Selama 24 Jam

HUMBAHAS - Pos Kesehatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-109 Kodim 0210/TU yang dipusatkan di Desa Sihastoruan, Kecamatan Tarabintang, Humbang Hasundutan,  memberikan pelayanan

TMMD Ke-109, Warga Manfaatkan Bongkaran Material Batu Bangun Rumah

HUMBAHAS - Proses pembukaan jalan sepajang lima kilometer dari Desa Sihastoruan menuju Simarpardan, Kecamatan Tarabintang, Humbang Hasundutan membawa rejeki tersendiri bagi Washington Limbo

Warung Sembako Warga Laris Manis Akibat TMMD Ke-109

HUMBAHAS - Sejak diluncurkannya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-109 dipusatkan di Desa Sihastoruan, Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Terjadi pe

Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Taput Ajukan Proposal Rp 17,7 Miliar ke Kementan

TAPANULI UTARA - Untuk mendukung pemulihan ekonomi dimasa adaptasi baru serta mendukung ketahanan pangan di Tapanuli Utara. Bupati Taput Nikson Nababan mengajukan proposal alat mesin pertan