Keluarga Utian Simatupang terlihat menangis ketika rumah semi permanen berlantai dua selama ini dihuni orangtuanya di Desa Siraja Hutagalung akhirnya dibongkar jurusita Pengadilan Negeri Tarutung. PALAPAPOS/Hengki Tobing

TAPANULI UTARA - Pengacara Poltak Silitonga menilai eksekusi rumah Utian Simatupang di Desa Siraja Hutagalung, Siatas Barita yang dilakukan jurusita Pengadilan Negeri (PN) Tarutung pada, Rabu (9/9/2020), terkesan terlalu dipaksakan.

"Kenapa dipaksakan, karena kita sudah melakukan perlawanan atas eksekusi. Kita sudah meminta dilakukan penundaan eksekusi hingga diputusnya gugatan perlawanan eksekusi itu. Alangkah baiknya jika ditunda dulu. Tapi ternyata eksekusi tetap dilakukan. Kita tidak tahu kenapa terlalu dipaksakan," kata Poltak.

Ia menambahkan, tanah tempat berdirinya rumah Utian Simatupang juga sudah bersertifikat sejak 2008 lalu.

"Dan sampai saat ini belum ada pembatalan sertifikat oleh PTUN. Tapi mengapa harus dipaksakan dieksekusi," ucap Poltak penuh tanya.

Sementara itu, Jonggi Simanjuntak selaku kuasa hukum dari penggugat Sondang Togatorop mengatakan, kliennya sudah memenangkan perkara gugatan di Pengadilan Negeri  Tarutung dengan objek perkara tanah yang sudah berdiri rumah dan juga sebidang tanah perladangan di Desa Siraja Hutagalung.

"Pengadilan Negeri Tarutung telah memutus perkara tersebut pada tahun 2018 lalu dengan putusan bahwa objek perkara adalah milik almarhum Frekenius Hutagalung dan warisan turun temurun kepada keturunannya termasuk penggugat Sondang Togatorop," kata Jonggi Simanjuntak.

Pihak Pengadilan Negeri Tarutung belum dapat dikonfirmasi terkait upaya perlawanan eksekusi yang dimasukkan pengacara Poltak Silitonga.

Seperti diketahui, eksekusi rumah Utian Simatupang di Desa Siraja Hutagalung dilakukan oleh jurusita Pengadilan Negeri Tarutung pada Rabu (9/9/2020).

Pada saat eksekusi, pihak keluarga Utian Simatupang sempat menolak untuk dilakukan eksekusi. Jerit tangis histeris dari keluarga Utian Simatupang tidak terelakkan ketika eksekusi akhirnya tetap dilaksanakan.

Pelaksaan eksekusi itu mengundang perhatian ratusan warga masyarakat datang memadati lokasi. Sementara aparat kepolisian terlihat melakukan pengamanan dilokasi. (eki)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Politikus PKS Dilaporkan ke Bareskrim Polri Atas Dugaan Fitnah Universitas Indonesia

JAKARTA - Civitas Akademika Universitas Indonesia (UI) mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (21/9/2020) melaporkan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzzammil Yusuf karena

Mayat Pria Tanpa Busana Ditemukan Mengambang di Parit Perkebunan PT Tambira

TEBING TINGGI – Warga Dusun Hutabagasan, Desa Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sabtu (19/9/2020) sore dihebohkan dengan adanya penemuan ma

Polres Sumedang Tahan Tiga Tersangka Penggunting Bendera Merah Putih

BANDUNG – Polres Sumedang, Jawa Barat menetapkan tiga orang tersangka diduga terlibat dalam kasus pengguntingan bendera merah putih yang viral di media sosial (medsos).

Kijang Kontra Supra, Nyawa Pengendara Supra Melayang

TAPANULI UTARA - Pengendara motor Honda Supra X Iwan Feridarto Sibagariang (40) warga Desa Huta Gurgur Pertanian, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba menghembuskan napas terakhirnya saat die

Jasad Mr X Ditemukan Mengapung di Aliran Sungai Padang Sergai

TEBING TINGGI – Sesosok mayat pria tanpa identitas (Mr X) diperkirakan berusia sekitar 50 tahun ditemukan warga mengapung di aliran Sungai Padang, tepatnya di Dusun IV, Desa Paya Pasi

Gegana Polda Sumut Musnahkan Granat Temuan Warga

TEBING TINGGI – Team Gegana/Jibom Brimob Polda Sumut akhirnya mengamankan serta memusnahkan (Disposal) granat (jenis granat nenas buatan tahun 1955) yang ditemukan warga di pinggiran