Warga RT003/RW007, Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria saat mengadukan PT Logos Metrolink Logistik ke DPRD Kota Bekasi. PALAPAPOS/Nuralam

BEKASI - Warga RT003/RW007, Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Senin (10/8/2020) mengadukan dampak lingkungan akibat pembangunan kawasan pergudangan PT Logos Metrolink Logistik ke DPRD Kota Bekasi.

Ketua RT003, Tuyo Kaman menjelaskan, kawasan pergudangan tersebut tidak memperhatikan lingkungan dan mengabaikan keselamatan masyarakat. Menurutnya, akibat lalu lalang kendaraan besar, Jalan Irigasi Gempol akses alternatif warga rusak parah dan kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

"Jalan Irigasi kan akses untuk masyarakat bukan untuk perusahaan, tapi sekarang jadi hancur dan sering terjadi kecelakaan karena banyaknya kendaraan besar yang keluar masuk Kawasan Logos. Ini jelas merugikan warga," kata Tuyo saat menyampaikan keluhannya kepada Komisi I DPRD Kota Bekasi.

Selain jalan rusak, warga menduga kawasan Logos tidak mengantongi perizinan. Pasalnya, drainase serta utilitas kawasan tidak tersedia. Tuyo juga mengungkapkan, pengembang kawasan diduga tidak menyediakan ruang terbuka hijau sebagaimana ketentuan.

"Kita lihat infrastruktur pendukung seperti prasarana dan utilitas (PSU) gak ada. RTH juga gak terlihat karena seluruh lahan dibangun pergudangan," jelasnya seraya membeberkan sejak berdiri, pengembang kawasan tidak meminta izin lingkungan.

"Warga juga belum pernah diminta izin, kan lingkungan harus mengetahui pembangunan apapun di wilayahnya. Tapi ini tidak sama sekali," bebernya.

Lanjut Tuyo, sejak beroperasi kawasan Logos, menurutnya tidak menyerap tenaga kerja lokal. Semestinya, kata dia, perusahaan mengedepankan kearifan lokal sebelum merekrut tenaga kerja dari luar.

"Perusahaan di kawasan ini juga banyak, tapi gak ada warga yang di berdayakan untuk bekerja. Mereka gak mengindahkan kearifan lokal," katanya.

Sementara, Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak meminta warga menyampaikan keluhan disertai data pendukung. Hal itu menurutnya, sebagai pijakan Legislatif dalam menindaklanjuti keluhan disampaikan warga.

"Kita pasti tindak lanjuti, makanya kita minta warga menyampaikan aspirasinya secara prosedur. Jika nanti hasil kajian awal ditemukan pelanggaran oleh pengelola kawasan Logos, kita rekomendasi Eksekutif menindak tegas pelanggaran tersebut," tandasnya. (lam)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Kisruh Gedung Jadi Polemik, Giliran Maryadi Kecam Pernyataan Tamimah

BEKASI – Terkait kisruh gedung Partai Golkar Kota Bekasi hingga menjadi polemik, giliran Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi Maryadi mengecam pernyataan politisi senior Partai G

Dinilai Memperkeruh Suasana, Abdul Manan Sayangkan Pernyataan Tamimah di Media

BEKASI - Politisi senior Partai Golkar Kota Bekasi Abdul Manan menyayangkan pernyataan mantan anggota DPRD Kota Bekasi Tamimah di media dinilai memperkeruh suasana. Abdul Manan juga mengaja

Stadion Patriot Kota Bekasi Mulai Difungsikan Rawat Pasien Covid-19

BEKASI - Rumah Sakit Darurat Stadion Patriot Candrabhaga di Kota Bekasi sejak Rabu (16/9/2020) sudah dapat difungsikan sebagai tempat untuk merawat pasien positif Covid-19.

Bambang Purwanto Sindir Kadis Damkar Kota Bekasi Tidak Mengerti Prioritas Program Kerja

BEKASI - Anggota Komisi 1 DPRD Kota Bekasi Bambang Purwanto menyindir Dinas Pemadam dan Kebakaran Kota Bekasi Aceng Solahudin, yang tidak mengerti prioritas dalam menjalankan program kerja.

Kolaborasi dengan DLK Kota Bekasi, GOJEK Pelopori Jumat Bersih

BEKASI - Sebagai super App terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara, Gojek berkomitmen untuk menciptakan dampak positif yang luas, termasuk dalam hal menjaga dan memelihara kelestarian lingk

Masa ATHB Diperpanjang, Disparbud Kota Bekasi Monitoring Secara Masif Pelaku Usaha Kepariwisataan

BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat dimasa perpanjangan Masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB), salah satunya dengan membuka kembali tempat