Kepala Desa (Kades) di Tarutung, Tapanuli Utara (Taput) berharap pekerjaan fisik Dana Desa sebaiknya diserahkan kepihak ketiga. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

TAPANULI UTARA - Sering jadi bulan-bulanan dan tidak tenang melakukan pekerjaan pengelolaan Dana Desa (DD). Kepala Desa (Kades) di Tarutung, Tapanuli Utara berharap kedepannya fisik Dana Desa sebaiknya dikelola pihak ketiga.

“Kalau seperti ini terus kena Tuntutan Ganti Rugi (TGR) dan juga bulan-bulanan baik dari Pers maupun LSM, ataupun tekanan dari yang lain, sebaiknya Dana Desa diberikan kepihak ketiga," cetus Kades Parbubu II, Ridwan Lumbantobing, Senin (10/8/2020).

Menurutnya, kalau dikerjakan pihak ketiga untuk fisik, Kepala Desa tidak dikejar-kejar baik Wartawan maupun LSM dan juga aparat penegak hukum.

“Kami lebih tenang, dan memang bagaimana pun sempurnanya fisik yang kami anggap sesuai RAB pasti ada kekurangannya. Disamping pekerjaan dilakukan warga Desa sendiri begitu juga penyajian laporan pertanggungjawaban," keluhnya.

Bahkan, Ridwan menyebutkan, Kepala Desa sering harus mengembalikan kelebihan pembayaran dari puluhan juta hingga ratusan juta.

“Sumber daya manusia, kami akui Kepala Desa tidak semua sama. Namun yang pasti kita selaku penanggungjawab pengelolaan Dana Desa maupun ADD tidak lepas dari kekurangan dan justru ini yang menjadi celah bagi Kades terkena baik itu TGR maupun berujung ke ranah hukum," pungkasnya.

BACA JUGA: Tidak Lampirkan Undangan dan Daftar Hadir, Kades di Tarutung Mengeluh Diwajibkan Bayar TGR

Harapan sama juga disampaikan Rustam Tobing Kades Parbubu Pea sangat setuju fisik Dana Desa diserahkan ke pihak ketiga.

“Kami sangat terbebani dan dihantui ketakutan ketika mengerjakan fisik Dana Desa, sorotan itu didapati baik dari internal maupun eksternal, belum lagi banyak kebijakan yang harus kami tutupi di Desa," kata Rustam.

Rustam berharap seruan itu didengar Pemerintah. “Kalau saya baca berita, banyak Kades yang tersangkut hukum. Dan memang semenjak Dana Desa bergulir dan dinaikkan anggarannya, tentunya semua mata tertuju ke Desa, kami pun sangat tidak ingin jadi bulan-bulanan dan tidak ada yang sempurna pasti ada kekurangannya, namun ini yang membuat kami menjadi tidak tenang," pungkasnya. (als)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Bupati Taput Usulkan Food Estate Seluas 50 Hektar ke Kementerian LHK

TAPANULI UTARA - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan mengusulkan Food Estate (perkampungan industri pangan) seluas 50 hektar ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) pada

Sudah Realiasasi Enam Kilometer, Komitmen Bupati Taput Bangun Jalan Hotmix Tetap Berlanjut

TAPANULI UTARA - Komitmen Pemerintahan Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat tetap membangun interkoneksi jalan antar Desa terluar dengan kualitas hotmix tetap berlanjut.

Wal

Sukseskan TMMD, 110 Personil Kodim 0210 TU Buka Jalan Interkoneksi Antar Desa Terpencil

HUMBAHAS - Untuk mensukseskan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-109 diwilayah Kodim 0210 TU. Sebanyak 110 personil Kodim 0210 TU diterjunkan menuntaskan pembukaan jalan sepanja

Cegah Klaster Covid-19, Personil Kodim 0210 TU Bagikan Masker

HUMBAHAS - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-109 di wilayah Kodim 0210 TU senantiasa mengedepankan protokol kesehatan. Saat dimulainya program TMMD di Kecamatan Tarabintang, Hu

TMMD Ke-109, Masyarakat Antusias Gotong Royong Bersama TNI

HUMBAHAS – Masyarakat sangat antusias gotong royong membangun jalan bersama personil TNI dalam rangka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-109 di wilayah Kodim 0210/TU dipusatkan di

Usai Kunjungi Penderita Tumor Otak, Satika Jenguk dan Doakan Penderita Kelainan Trombosit

TAPANULI UTARA - Menderita kelainan trombosit atau istilah medis  Idiopatik/Immune Trombositopenia Purpura (ITP), bocah perempuan berusia sembilan tahun Hayati Nurani Simanjuntak harus