Juru Bicara KPK Febri Diansyah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (31/10/2019), memeriksa dua anak Wali Kota Medan dalam perkara tindak pidana korupsi dugaan suap terkait proyek dan jabatan di Pemerintahan Kota (Pemkot)  Medan tahun 2019.

Kedua anak dari Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin yakni Rania Kamila dan Rendy Edriansyah Eldin. Keduanya diperiksa KPK sebagai saksi di Kejati Sumut.

"KPK melakukan periksaan kepada dua anak Wali Kota Medan dalam perkara tindak pidana korupsi dugaan suap terkait proyek dan jabatan di Pemkot Medan tahun 2019," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta.

Selain memeriksa dua anak Tengku Dzulmi Eldin, KPK juga memeriksa tujuh orang saksi lainnya, yakni Kadis Koperasi Kota Medan Edliaty, sopir Wali Kota Medan Junaidi, dan Kadis Ketenagakerjaan Kota Medan Hannalore Simanjuntak.

Berikutnya Kadis Perdagangan Kota Medan Dammikrot, Kabid Tata Kelola Air dan Drainase Perkotaan Dinas PU Kota Medan Rizfan Juliardy Hutasuhut, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan Qamarul Fattah, dan Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan Emilia Lubis.

Sebelumnya, KPK telah memeriksa sekitar 12 orang saksi terkait perkara tersebut, terdiri atas sejumlah unsur dari anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, pejabat SKPD Kota Medan, keluarga Wali Kota Medan, serta pihak swasta.

KPK pada hari Kamis juga melakukan penggeledahan di rumah anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Akbar Himawan Buchori, Jalan D.I. Panjaitan Nomor 142 Medan.

"Penggeledahan masih berlangsung," ucap Febri.

KPK pada hari Rabu (16/10) telah menetapkan Tengku Dzulmi Eldin sebagai tersangka dugaan penerimaan suap.

"Setelah melakukan pemeriksaan dilanjutkan dengan gelar perkara, kesimpulannya ada dugaan tindak pidana korupsi. KPK meningkatkan status penanganan perkara ke tingkat penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka ,yaitu pemberi IAN (Isa Ansyari) Kepala Dinas PUPR Kota Medan, TDE (Tengku Dzulmi Eldin) Wali Kota Medan dan SFI (Syamsul Fitri Siregar) Kepala Bagian Protokoler Kota Medan," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers, di Gedung KPK Jakarta, Rabu (16/10) malam.

Dzulmi ditetapkan sebagai tersangka setelah diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Medan bersama dengan Kepala Sub Bagian Protokoler Kota Medan Syamsul Fitri Siregar (SFI), Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari (IAN), ajudan Wali Kota Medan Aidiel Putra Pratama (APP) dan Sultan Solahudin (SSO) pada Selasa (15/10).

Dalam perkara ini, Dzulmi diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari.

Pertama, Isa memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret s.d. Juni 2019.

Pada tanggal 18 September 2019, Isa juga memberikan uang senilai Rp50 juta kepada Dzulmi.

Pemberian kedua terkait dengan perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang yang juga membawa keluarganya. (ant/red)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Bupati Labuhan Batu Terjaring OTT

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan Bupati Labuhan Batu Erik Adtrada Ritonga terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Ut

Kadis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bekasi Terjerat Kasus Dugaan Korupsi

KOTA BEKASI - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskopukm) Kota Bekasi, YY ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kota Bekasi beserta 3 orang l

Mantan Bupati Yapen Provinsi Papua Diduga Korupsi, Kotra Pangaru Datangi KPK

JAKARTA - Sejumlah masa mengatasnamakan Komunitas Transparansi Pengguna Anggaran Papua Baru (KOTRA PANGARU) lakukan aksi demonstrasi di gedung Komisi Pemberan

Rumah Firli Bahuri dan Dua Rumah Lain di Geledah Polda Metro Jaya

KOTA BEKASI - Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya lakukan penggeledahan terhadap rumah Ketua KPK, Firli Bahuri dan dua rumah lainnya berlokasi di

NasDem Bantah Pernyataan KPK Terkait Aliran Dana dari SYL

JAKARTA - DPP Partai NasDem membantah pernyataan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya aliran dana korupsi kadernya dan mantan Menteri Pertanian (Mentan)

Ada Dugaan Aliran Dana Tersangka SYL ke Partai Nasdem

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan aliran dana miliaran rupiah dari mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) ke Partai NasDem.