Ninoy Karundeng saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penganiayaan yang dialaminya. PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya membenarkan jika surat pernyataan yang dibuat Ninoy Karundeng terkait peristiwa penganiayaan dan penyekapan terhadap dirinya dibuat berdasarkan arahan dari para tersangka penganiayaan.

Surat pernyataan yang mengatakan jika Ninoy diperlakukan dengan baik saat berada di Masjid Al Falaah tersebut beredar di media sosial tak lama setelah terjadinya peristiwa penyekapan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial tersebut.

"Ada beberapa oknum yang dipilih sebagai tim medis di TKP untuk menuntun korban membuat surat pernyataan yang isinya tidak mempermasalahkan peristiwa penganiayaan maupun penyekapan yang bersangkutan di lokasi kejadian," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Mukti di Polda Metro Jaya, Selasa (22/10/2019).

Salah satu anggota tim medis tersebut diketahui sebagai dokter yang bernama Insani Zulfah Hayati alias INS alias IZH yang telah terlebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ninoy mengatakan kepada media bahwa surat pernyataan bermeterai tersebut memang ditulis olehnya. Hanya saja dia menulis surat itu dalam kondisi di bawah ancaman yakni akan dibunuh bila tidak menuruti arahan penculiknya saat itu.

"Surat yang saya tulis itu, itu betul saya yang menulis tapi kalau saya tidak menulis, saya akan dibunuh. Itu saya harus mengikuti, itu diikuti apa yang mereka mau," kata Ninoy di Gedung Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Jumat (11/10/2019).

Ninoy mengatakan dirinya tidak bisa punya pilihan lain kecuali mengikuti perintah yang diberikan oleh para penculiknya. Dia juga mengatakan orang-orang itu siap untuk menghabisi nyawanya jika dia menolak.

"Saya tidak bisa berbuat apapun kecuali mengikuti mereka. Bahkan sampai di situ mereka sudah mempersiapkan macam-macam," ujarnya.

Dia juga mengatakan dia putus asa mencari jalan untuk menyelamatkan nyawanya dan pada saat itu satu-satunya jalan adalah menuruti perintah penculiknya. (red)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Polres Taput Ungkap Kasus Curanmor, Narkoba dan Kekerasan

TAPANULI UTARA - Kapolres Tapanuli Utara (Taput) AKBP Ronald FC Sipayung SH. SIK. MH di dampangi Kabag Ops Kompol H. Sihombing, Kasat Reskrim AKP Jonser Banjarnahor dan Kasat N

Polisi Grebek Warga Tarutung Pemilik 20 Paket Sabu Siap Edar

TAPANULI UTARA - Tersangka terduga pengedar sabu Tulus Felix Bona Risky Alias Tulus (19) dibekuk saat bersembunyi dikediamannya Selasa (21/9/2021) di Jalan S.Dis. Sitompul

Polsek Pondok Gede Tangkap Tiga Orang Pelaku Geng Motor

BEKASI - Polsek Pondok Gede Kota Bekasi tangkap sejumlah pelaku pengeroyokan yang terjadi di Jalan Arteri Jakarta Outer Ring Road (JORR).Hal itu disampaikan Kapolsek Pondok Gede, Kompol Puj

Ketua BBHAR Sabungan Parapat Apresiasi Kinerja Polri Tangani Aduan Kliennya Alfredo Sihombing

TAPANULI UTARA- Ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) Sabungan Parapat mengapresiasi kinerja Polri dalam penanganan laporan kliennya Alfredo Sihombing.

Subdit Cyber Dirkrimsus Poldasu Limpahkan Berkas Perkara Tersangka Prof Henuk ke Kejatisu

TAPANULI UTARA- Berdasarkan informasi terkini yang berhasil dihimpun palapapos.co.id, berkas perkara tersangka Prof. Yusuf

Ayah Bejat Cabuli Putrinya Terancam 20 Tahun Penjara

TOBA - Seorang ayah kandung bejat berinisial HM (49) tega mencabuli putrinya yang inisial YEM berusia 17 tahun di Toba. Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian, pelaku telah me