Terdakwa mantan Bupati Darmili menghadiri sidang perdana dugaan korupsi PDKS. PALAPA POS/Istimewa

BANDA ACEH - Mantan Bupati Simeulue periode 2002-2007 dan 2007-2012 Darmili didakwa melakukan tindak pidana korupsi penyertaan modal pemerintah daerah pada Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue (PDKS) yang bergerak di sektor perkebunan sawit.

Dakwaan dengan terdakwa Darmili dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdul Kahar Muzakkir dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh di Banda Aceh, Rabu (21/8/2019).

Sidang dengan majelis hakim diketuai Juanda dan didampingi hakim anggota Eti Astuti dan Elfama Zain. Terdakwa Darmili hadir ke persidangan didampingi penasihat hukumnya Zaini Djalil.

Dalam dakwaannya, JPU Abdul Kahar Muzakkir mengatakan, Pemerintah Kabupaten Simeulue melakukan penyertaan modal pada PDKS sejak tahun anggaran 2002 hingga 2012 dengan nilai Rp227 miliar.

Terdakwa, kata JPU, terdakwa melakukan pencairan dana sebesar Rp5 miliar tanpa mekanisme pencairan. Pencairan dana tersebut dilakukan beberapa kali dengan meminta kepada direktur perusahaan.

"Ada beberapa kali permintaan uang oleh terdakwa kepada Direktur PDKS. Permintaan tersebut tanpa melalui mekanisme dan aturan yang berlaku," ungkap JPU.

Baca Juga: Jaksa Limpahkan Perkara Korupsi Mantan Bupati Simeulue Ke Pengadilan

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Simeulue pada 2009 melakukan penyertaan modal pada PDKS. Penyertaan modal tersebut tanpa ditetapkan dalam peraturan daerah atau qanun. "Uang penyertaan modal pemerintah daerah kepada PDKS diambil untuk kepentingan pribadi terdakwa. Ada beberapa dana dari PDKS mengalir ke istri terdakwa," kata Abdul Kahar Muzakkir.

Penasihat hukum terdakwa, Zaini Djalil menyatakan akan mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan. Eksepsi akan disampaikan pada persidangan berikutnya. Selain eksepsi, Zaini Djalil juga mengajukan penangguhan penahanan kepada majelis hakim. Alasan penangguhan penahanan karena kondisi kesehatan terdakwa.

Persidangan perdana perkara korupsi tersebut turut dihadiri Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Aceh T Rahmatsyah. Sidang juga dihadiri sejumlah keluarga terdakwa. Sidang dilanjutkan pekan depan. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Bupati Labuhan Batu Terjaring OTT

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan Bupati Labuhan Batu Erik Adtrada Ritonga terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Ut

Kadis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bekasi Terjerat Kasus Dugaan Korupsi

KOTA BEKASI - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskopukm) Kota Bekasi, YY ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kota Bekasi beserta 3 orang l

Mantan Bupati Yapen Provinsi Papua Diduga Korupsi, Kotra Pangaru Datangi KPK

JAKARTA - Sejumlah masa mengatasnamakan Komunitas Transparansi Pengguna Anggaran Papua Baru (KOTRA PANGARU) lakukan aksi demonstrasi di gedung Komisi Pemberan

Rumah Firli Bahuri dan Dua Rumah Lain di Geledah Polda Metro Jaya

KOTA BEKASI - Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya lakukan penggeledahan terhadap rumah Ketua KPK, Firli Bahuri dan dua rumah lainnya berlokasi di

NasDem Bantah Pernyataan KPK Terkait Aliran Dana dari SYL

JAKARTA - DPP Partai NasDem membantah pernyataan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya aliran dana korupsi kadernya dan mantan Menteri Pertanian (Mentan)

Ada Dugaan Aliran Dana Tersangka SYL ke Partai Nasdem

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan aliran dana miliaran rupiah dari mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) ke Partai NasDem.