Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI Tjan Lin Eng alias Johar Lin Eng saat ditangkap Satgas Anti Mafia Sepakbola. PALAPA POS/Istimewa

BANJARNEGARA - Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI Tjan Lin Eng alias Johar Lin Eng dituntut dua tahun penjara dalam sidang lanjutan kasus mafia bola yang digelar di Pengadilan Negeri Banjarnegara, Senin (24/6/2019).

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Rudito Surotomo di Ruang Kartika, Pengadilan Negeri Banjarnegara, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Taupik Hidayat menuntut supaya majelis hakim memutuskan dan menyatakan terdakwa bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana yang dimaksud dalam dakwaan kesatu.

Menurut dia, terdakwa Tjan Lin Eng alias Johar Lin Eng melakukan tindak pidana sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 378 juncto Pasal 55 KUHP dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap

"Menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banjarnegara yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menghukum terdakwa Tjan Lin Eng alias Johar Lin Eng dengan pidana penjara selama dua tahun dikurangi masa penahanan," katanya.

Baca Juga: Kasus Mafia Bola, Mbah Putih Hanya Dituntut Hukuman 1,5 Tahun Penjara

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Rudito Surotomo meminta penasihat hukum terdakwa untuk menyiapkan pembelaan untuk dibacakan pada hari Kamis (27/6/2019).

Terkait dengan permintaan tersebut, tim penasihat hukum terdakwa Tjan Lin Eng alias Johar Lin Eng memohon agar diberi waktu selama satu minggu untuk menyiapkan pembelaan.

"Hari Kamis (27/6) tidak bisa, tidak mampu karena waktunya sangat pendek mengingat ada dua pasal. Kami butuh waktu, minta ditunda satu minggu, Senin (1/7) depan mengajukan pembelaan," kata salah seorang anggota tim penasihat hukum terdakwa Tjan Lin Eng alias Johar Lin Eng.

Selanjutnya, Ketua Majelis Hakim Rudito Surotomo memutuskan memberi waktu satu minggu kepada penasihat hukum terdakwa Tjan Lin Eng alias Johar Lin Eng untuk menyusun pembelaan. "Kita kasih waktu satu minggu tapi tidak ada lagi penundaan," katanya.

Saat ditemui usai sidang, Tjan Lin Eng alias Johar Lin Eng enggan memberikan komentar terkait tuntutan hukuman yang diajukan oleh JPU. "Saya serahkan ke kuasa hukum, saya enggak tahu yuridisnya," kata dia sambil meninggalkan ruang sidang. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Bupati Labuhan Batu Terjaring OTT

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan Bupati Labuhan Batu Erik Adtrada Ritonga terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Ut

Kadis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bekasi Terjerat Kasus Dugaan Korupsi

KOTA BEKASI - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskopukm) Kota Bekasi, YY ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kota Bekasi beserta 3 orang l

Mantan Bupati Yapen Provinsi Papua Diduga Korupsi, Kotra Pangaru Datangi KPK

JAKARTA - Sejumlah masa mengatasnamakan Komunitas Transparansi Pengguna Anggaran Papua Baru (KOTRA PANGARU) lakukan aksi demonstrasi di gedung Komisi Pemberan

Rumah Firli Bahuri dan Dua Rumah Lain di Geledah Polda Metro Jaya

KOTA BEKASI - Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya lakukan penggeledahan terhadap rumah Ketua KPK, Firli Bahuri dan dua rumah lainnya berlokasi di

NasDem Bantah Pernyataan KPK Terkait Aliran Dana dari SYL

JAKARTA - DPP Partai NasDem membantah pernyataan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya aliran dana korupsi kadernya dan mantan Menteri Pertanian (Mentan)

Ada Dugaan Aliran Dana Tersangka SYL ke Partai Nasdem

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan aliran dana miliaran rupiah dari mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) ke Partai NasDem.