Ilustrasi. PALAPA POS/Istimewa

KEDIRI - Sebanyak 1.215 penari baik tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Kediri, Jawa Timur ikut memeriahkan atraksi tari massal Cerita Panji yang diselenggarakan dalam rangkaian hari jadi ke-1215 kabupaten itu.

Bupati Kediri Haryanti Sutrisno di Kediri, Senin (25/3/2019), mengatakan kegiatan itu untuk melestarikan kesenian daerah. Masyarakat, katanya, terhibur dengan berbagai kegiatan dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Kediri.

"Ini untuk masyarakat Kabupaten Kediri, jadi sekarang sudah tahu banyak kegiatan hari jadi. Harapan saya tahun depan dapat dirayakan lebih meriah lagi," katanya setelah kegiatan tari massal di area Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri Krisna Setiawan mengatakan kegiatan tari massal itu melibatkan 1.215 penari. Mereka adalah pelajar, baik tingkat SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Kediri.

"Ini persiapannya sudah agak lama, sekitar satu bulan. Semua pelajar dari sekolah di Kabupaten Kediri dari SD sampai SMA," kata dia.

Dalam atraksi tari massal itu, mereka membawakan tarian tentang Cerita Panji. Tarian tradisional yang diperagakan mereka, antara lain Tari Topeng Panji Gagahan Alus, Panji Laras, hingga Sarinjingku. Penata tari dalam atraksi itu, Putri Jania Setyowati, Lucy Oktavia, M. Yahya, dan Agmarila May Rizqi.

Para guru seni budaya di Kabupaten Kediri yang tergabung dalam MGMP Seni Budaya SMP Kabupaten Kediri juga ikut serta dalam mengatur pergelaran seni tari tersebut.

Kegiatan tarian tersebut dimulai dengan "hastungkara" atau doa dilanjutkan dengan menari massal. Setiap kelompok penari memeragakan tari dengan berbagai cerita. Acara tampak dikemas dengan menarik.

Masyarakat juga antusias ingin melihat atraksi tarian massal itu. Sepanjang lokasi di jalan areal SLG Kabupaten Kediri dipenuhi warga yang ingin menonton. Mereka juga mengabadikan kegiatan itu dengan kamera telepon seluler masing-masing.

Krisna berharap, kegiatan itu bisa saling meningkatkan tali persaudaran, terlebih lagi mendekati Pemilu 2019. Pihaknya juga berharap, pemilu berjalan dengan aman dan lancar.

"Diharapkan Kabupaten Kediri yang sebelumnya kondusif dalam penyelenggaraan pemilu, tahun ini dapat berjalan aman, lancar dan tanpa masalah," kata dia.

Beberapa kegiatan yang diselenggarakan, antara lain pameran UMKM dan berbagai macam lomba. Rangkaian acara tersebut rencananya sudah selesai awal April 2019. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Perancang Busana Asal Taput Lestarikan Ulos dengan Label Acas Mode

TAPANULI UTARA - Perancang busana muda kaum milenial dari Kabupaten Tapanuli Utara Anastasya Charles Angel Simanjuntak (22) turut ambil andil melestarikan Ulos sebagai Budaya Batak melalui

Batik Kota Bekasi Jadi Tamu Istimewa di Acara Collourfull Indonesia

BEKASI - Ketua Komunitas Batik Bekasi (Kombas), Barito Hakim Putra, mengapresiasi perhelatan Fashion Designer dengan tema Collour Full Indonesia yang memberikan kesempatan Batik Kota Bekasi

Pertama Kali, Ratusan Penenun Tradisional Ramaikan Festival Ulos Batak di Hutaginjang Muara

TAPANULI UTARA – Untuk pertama kalinya, ratusan penenun meramaikan Festival Ulos Batak di Kabupaten Tapanuli Utara, yang digelar Dinas Pendidikan Taput dengan berbagai agenda di lokas

Gedung Sate Akan Jadi Lokasi Wisata Sejarah dan Budaya

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan akan menjadikan Gedung Sate menjadi lokasi wisata sejarah dan budaya sebagai bagian dari fokus pembangunan kebudaya

Wayang Kulit Kontemporer Hipnotis Anak Polandia

JAKARTA - Pertunjukan wayang kulit kontemporer menarik perhatian anak-anak Polandia dalam acara promosi seni dan budaya Indonesia yang digelar di Warsaw Street Party diadakan di Wa

Malam Budaya Indonesia Di Baden Jerman Tampilkan Legong Kraton

JAKARTA - Tari Bali Legong Kraton yang dibawakan Ni Nyoman Hartini Rutzer menjadi daya tarik bagi pengunjung acara malam budaya “Nacht Der Kuturen 2019“ yang diselengga