Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto membidik pertumbuhan wirausaha baru sebanyak lebih dari 3.000 orang pada tahun 2019.

“Sejak tahun 2015 sampai dengan akhir 2018, Kemenperin telah memberikan bimbingan teknis kepada 44.294 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan fasilitasi legalitas usaha kepada 11.289 IKM,” kata Airlangga di Jakarta, Jumat (8/3/2019).

Selain itu, sejak 2017, Kemenperin berupaya melakukan edukasi dan pembinaan terhadap IKM untuk masuk dalam e-commerce melalui program e-Smart IKM. Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk memperluas akses pasar IKM dan memperbesar presentase produk Indonesia di e-commerce.

“Sebanyak 5.945 IKM di seluruh Indonesia telah mengikuti workshop e-Smart IKM dan membukukan transaksi lebih dari Rp1,38 miliar pada tahun 2018 yang lalu. Tentunya, upaya pemberdayaan IKM melalui e-commerce sejalan dengan 10 Prioritas Nasional Making Indonesia 4.0 yaitu Pemberdayaan UMKM melalui teknologi,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menjelaskan di tengah tren ekonomi digital yang berkembang pesat, IKM nasional semakin didorong untuk aktif dalam memasarkan produknya melalui perdagangan online.

Dalam hal ini, melalui program e-Smart IKM, Kemenperin telah bekerja sama dengan marketplace dalam negeri, di antaranya adalah Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia.

“Melalui berbagai kerja sama yang telah dilakukan, kami berharap, akan terjadi sinergi dalam pengembangan dan pembinaan IKM yang mengarah pada one stop solution,” ungkapya.

Contohnya, kolaborasi dengan Google dalam rangka pengembangan kemampuan IKM dalam pemanfaatan fitur-fitur pada aplikasi Google untuk promosi produk dan pengembangan bisnis online.

Gati menambahkan saat ini pelaku IKM harus memiliki keinginan dan tekad yang kuat untuk lebih maju dan berkembang dengan dukungan dari pemerintah melalui program pemanfaatan teknologi digital e-Smart IKM.

Berdasarkan penelitian Deloitte Access Economics, pemanfaatan teknologi digital seperti melalui media sosial, internet broadband, dan e-Commerce akan membuka peluang bagi para pelaku IKM untuk tumbuh dan berkembang. Pemanfaatan teknologi digital tersebut juga memberikan keuntungan terhadap kenaikan pendapatan hingga 80 persen. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Taput Perkenalkan Produk Unggulan di Pameran Apkasi Otonomi Expo 2021

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengikuti Pameran Apkasi Otonomi Expo 2021 digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bertempat di Jakarta C

Baskami Ginting Salut Dengan Keuletan Satika Simamora Geliatkan UMKM Taput

TAPANULI UTARA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara Baskami Ginting salut dengan kegigihan serta keuletan Ketua Dekranasda Taput Satika Simamora dalam m

Suzanna Ramadhani Nikmati Pesona Danau Toba Dari Desa Wisata Meat

TOBA - Suzanna Ramadhani, istri Menteri UMKM Teten Masduki kunjungi Desa Wisata Meat dan melihat secara langsung hasil karya masyarakat kampung ulos, Desa Meat, Kecamatan Tampa

Dukung UMKM Pulihkan Ekonomi, RSI Serahkan Ratusan Ribu Bibit Ikan Nila

TOBA – Regal Springs Indonesia (RSI) bantu pengembangan ekonomi masyarakat khususnya dalam budidaya ikan, dengan memberikan bantuan 350 ribu bibit ikan nila (tilapia) kep

Regal Springs Indonesia Dukung Usaha Budidaya Ikan Lele

TOBA – Perkuat peran pelaku usaha kecil di sekitar wilayah operasional, Regal Springs Indonesia Kembangankan usaha budidaya ikan lele dengan kelompok Pemuda Toba Tabo di

Lobby Bupati Taput untuk Pemulihan Ekonomi, Kementan Salurkan 30 Ton Bibit Jagung Hibrida

TAPANULI UTARA- Berkat usulan dan lobby Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk pemulihan ekonomi membuahkan hasil, terbukti turunnya