ParadeTatung Festival Cap Go Meh Kota Singkawang. PALAPA POS/Istimewa

PONTIANAK - Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya melepas parade tatung yang berjumlah sebanyak 1.060 peserta di Festival Cap Go Meh Kota Singkawang, Selasa (19/2/2019).

Parade tatung yang diawali dengan tari-tarian Rentak NKRI itu dihadiri Pangdam XII/Tpr, Kapolda Kalbar, Waka Polda Kalbar, Wali Kota Singkawang, Forkopimda, para pengusaha dan turis serta para undangan lainnya.

"Event Cap Go Meh di Kota Singkawang menjadi trending topic nasional. Bahkan sebelum saya datang ke Singkawang, event ini sempat menjadi trending topic nomor satu nasional," kata Arief.

Dia juga mengucapkan selamat kepada panitia, karena pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini kembali berhasil Rekor MURI atas pembuatan sepasang replika Singa Raksasa setinggi 8,88 meter.

"Dan selamat juga kepada event Cap Go Meh Singkawang karena telah menjadi Calender Of Event National. Usai acara, akan saya serahkan piagamnya kepada Wali Kota Singkawang," ujarnya.

Menurutnya, setiap event tentu memiliki dua nilai, sisi budaya dan komersil. Dari sisi budaya, Cap Go Meh Singkawang merupakan identitas budaya dan pemersatu masyarakat.

"Sedangkan untuk komersil, kita harapkan event seperti ini akan mensejahterakan masyarakat Singkawang," ungkapnya.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, bahwa event Cap Go Meh merupakan event kebanggaan masyarakat Singkawang yang harus terus dipertahankan.

"Dengan ramainya orang yang datang ke Singkawang tentunya menjadi peluang karena ini merupakan multiplier effect dari sektor pariwisata," katanya.

Kunjungan pada destinasi pariwisata, hotel, restoran, rumah makan dan pusat kuliner akan menjadi meningkat.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh paguyuban multi etnis yang ada di Kota Singkawang, budayawan, seniman yang turut berpartisipasi aktif dalam pagelaran seni budaya Festival Imlek dan Cap Go Meh," ujarnya.

Ini menunjukkan, bahwa kerukunan antaretnis yang sangat harmonis di Kota Singkawang. Hal ini, harus terus dijaga dan dipertahankan.

"Kota Singkawang yang multi etnis ini merupakan cerminan dari Indonesia yang plural, berbeda-beda tetapi tetap satu, itulah Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis pada lambang Negara Indonesia Garuda Pancasila," ungkapnya.

Sementara Ketua Umum Panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Hengky Setiawan mengatakan, Festival Cap Go Meh merupakan puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2570.

"Pawai tatung merupakan kebanggaan kita bersama karena telah menjadi ikon wisata budaya yang hanya bisa ditemukan di Festival Cap Go Meh Singkawang," katanya.

Dari kegiatan ini, panitia akhirnya mendapatkan Rekor MURI yaitu pembuatan replika sepasang Singa Raksasa setinggi 8,88 meter. "Sepasang replika singa raksasa ini dibuat oleh seniman lokal yakni para difabel tuna wicara," ujarnya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Perancang Busana Asal Taput Lestarikan Ulos dengan Label Acas Mode

TAPANULI UTARA - Perancang busana muda kaum milenial dari Kabupaten Tapanuli Utara Anastasya Charles Angel Simanjuntak (22) turut ambil andil melestarikan Ulos sebagai Budaya Batak melalui

Batik Kota Bekasi Jadi Tamu Istimewa di Acara Collourfull Indonesia

BEKASI - Ketua Komunitas Batik Bekasi (Kombas), Barito Hakim Putra, mengapresiasi perhelatan Fashion Designer dengan tema Collour Full Indonesia yang memberikan kesempatan Batik Kota Bekasi

Pertama Kali, Ratusan Penenun Tradisional Ramaikan Festival Ulos Batak di Hutaginjang Muara

TAPANULI UTARA – Untuk pertama kalinya, ratusan penenun meramaikan Festival Ulos Batak di Kabupaten Tapanuli Utara, yang digelar Dinas Pendidikan Taput dengan berbagai agenda di lokas

Gedung Sate Akan Jadi Lokasi Wisata Sejarah dan Budaya

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan akan menjadikan Gedung Sate menjadi lokasi wisata sejarah dan budaya sebagai bagian dari fokus pembangunan kebudaya

Wayang Kulit Kontemporer Hipnotis Anak Polandia

JAKARTA - Pertunjukan wayang kulit kontemporer menarik perhatian anak-anak Polandia dalam acara promosi seni dan budaya Indonesia yang digelar di Warsaw Street Party diadakan di Wa

Malam Budaya Indonesia Di Baden Jerman Tampilkan Legong Kraton

JAKARTA - Tari Bali Legong Kraton yang dibawakan Ni Nyoman Hartini Rutzer menjadi daya tarik bagi pengunjung acara malam budaya “Nacht Der Kuturen 2019“ yang diselengga