Ilustrasi. PALAPAPOS/Istimewa

SOLO - Ekonom dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Lukman Hakim mengatakan program dana desa telah menjadikan perputaran uang lebih merata hingga ke perdesaan.

"Selama ini, uang hanya berputar di perkotaan, dengan adanya dana desa maka lebih merata," katanya di Solo, Sabtu (12/1/2019).

Ia mengatakan, dana desa akan membuat proyek infrastruktur di pedesaan seperti pembangunan jalan, jembatan, dan talut, berjalan dengan baik karena melibatkan masyarakat setempat.

"Harapannya, dengan terbangunnya infrastruktur tersebut akan memajukan program lain seperti one village one product dan one village one tourism," katanya.

Meski demikian, menurut dia, penggunaan dana desa harus dipastikan akuntabilitas dan transparansinya mengingat belum semua aparat desa paham dengan pengelolaannya.

Ia juga mengatakan, untuk memastikan dana desa terkelola dengan baik, maka setiap kepala desa harus menyiapkan rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJM desa) sepanjang lima tahun ke depan.

"Jadi, mereka yang terpilih ini wajib membuat rencana tersebut, mau dijadikan apa desanya. Memang kendalanya belum semua mahir. Masih banyak yang awalnya meniru desa lain yang lebih baik," katanya.

Untuk itu, untuk memastikan kepala desa menyusun RPJM desa dengan baik, lanjutnya, maka pemerintah kabupaten mesti aktif melakukan pendampingan dan pelatihan. 

Sementara itu, ia menambahkan dari awal penerapan pada 2014, sejauh ini, program berjalan cukup baik, terbukti dari kasus menyangkut pengelolaan dana desa yang minim. Ia mengatakan, kesuksesan program tersebut juga terlihat dari peningkatan anggaran yang dialokasikan untuk dana desa. 

Dalam Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015, anggaran dana desa sebesar Rp20 triliun. "Kalau tahun lalu, naik menjadi Rp60 triliun. Artinya, ini berjalan baik," katanya.

Meski demikian, ia juga berharap masyarakat jangan terlalu reaktif terhadap kesalahan kelola dana desa yang mungkin terjadi. "Bisa jadi itu terjadi karena ketidakmampuan aparat desa dalam melakukan pengelolaan. Oleh karena itu, pelatihan intens dilakukan," katanya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Bupati Nikson Apresiasi Komitmen Citi Indonesia Terhadap Wirausaha Muda di Taput

TAPANULI UTARA - Bupati Taput Nikson Nababan diwakili Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Taput Binhot Aritonang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen

Bupati Taput Tanam Perdana Kopi Arabika Komasti di Desa Doloksarib

TAPANULI UTARA - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan melakukan penanaman perdana kopi arabika jenis komasti di Peasunganga Desa Doloksaribu, Kecamatan Pagaran, Kamis

Satika Nikson Nababan Promosikan Produk UMKM Kepada Jurnalis SMSI

TAPANULI UTARA - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tapanuli Utara Satika Nikson Nababan mempromosikan produk-produk lokal dari pelaku Usaha Mikro Kecil Meneng

Hadiri Rapat Kopas Kranggan, Tri Adhianto Ajak Warga Bangkitkan Ekonomi

KOTA BEKASI - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat mengahdiri HUT Kopas Kranggan ke 35 tahun Gedung Serbaguna Kopas Kranggan Kecamatan Jatisampurna, Sabtu

Ketua Dekranasda Taput Satika Simamora Sebut Berkarya Adalah Doa

TAPANULI UTARA - Ketua Dekranasda Tapanuli Utara Satika Simamora, bersama Vice President CSR PT. Inalum Zainuddin Iqbal Sidabutar didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangun

Plt Wali Kota Bekasi Ajak Tingkatkan UMKM

KOTA BEKASI- Usai melakukan Car Fre Day di Jl. Jend A. Yani, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melihat stand bazar UMKM yang bertempat di area halaman Grand Kamala Lagon Kota