Tenaga Kerja Kontrak (TKK) saat apel di kantor Pemerintah Kota Bekasi. PALAPA POS/Yudha.

KOTA BEKASI - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Uu Saeful Mikdar melalui adik kandung yakni H. Yaya Mulyana sudah mengembalikan formulir pendaftaran Bakal Calon (Balon) Wali Kota Bekasi ke DPC PKB Kota Bekasi beberapa waktu lalu. Saat dikonfirmasi hal tersebut, Kepala BKPSDM Kota Bekasi, Nadih Arifin seakan tidak mau berkata banyak dan terkesan bungkam.

"Kalau soal itu, saya no coment bang," katanya, Jum'at (17/5/2024).

Namun jika merujuk aturan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor : 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam isi aturan tegas dituliskan jika PNS dilarang melakukan perbuatan yang mengarah pada keberpihakan salah satu calon atau perbuatan yang mengindikasikan terlibat dalam politik praktis/berafiliasi dengan partai politik.

BACA JUGA : Ditengah Proses PPDB, Kadisdik Kota Bekasi Berniat Jadi Kepala Daerah

Sebelumnya, pada Senin (13/5/2024) Endang Saefudin sebagai perwakilan masyarakat yang mengambil formulir pendaftaran Bakal Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Bekasi di Kantor DPC PKB Kota Bekasi untuk Uu Saeful Mikdar.

BACA JUGA : Pengembalian Formulir Pendaftaran Balon Wali Kota, Uu Saeful Mikdar Utus Adik Kandung

"Kedatangan kami ke DPC PKB Kota Bekasi sebagai bentuk ikhtiar politik dari masyarakat Kota Bekasi yang menginginkan Uu Saeful Mikdar menjadi Wali Kota Bekasi periode 2024-2029 mendatang," ucapnya, Senin (13/5/2024).

BACA JUGA : Berniat Mencalonkan Diri Sebagai Wali Kota Bekasi, LSM Trinusa Laporkan Kadisdik ke KPK

Selain itu, Rabu (16/5/2024), Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Uu Saeful Mikdar pun mengutus adik kandung yakni H. Yaya Mulyana. Hal itu terjadi lantaran pria yang masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi itu sedang ada tugas ke luar kota.

Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizki Topananda menjelaskan Uu Saeful Mikdar sudah memenuhi aturan yang dikeluarkan oleh partainya tersebut. Akan tetapi dirinya menjelaskan bahwa pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi itu masih berkomunikasi dengan pihaknya.

"Kalau soal Bapak Uu Saeful Mikdar itu kan hampir sama seperti dengan Kaesang pangarep yakni dorongan langsung dari masyarakat yang mengambil formulir. Namun kalau untuk mas Kaesang Pangarep itu kan sudah melebihi batas waktu yang kami tentukan, namun kalau Uu Saeful Mikdar itu sesuai dengan waktu yang kami tetapkan bersama," ucapnya kepada palapapos.co.id.

Penulis : Yudha.

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

ASN Terkena Rotasi Mutasi Mangkir Saat di Panggil Komisi I DPRD Kota Bekasi

KOTA BEKASI - Komisi I DPRD Kota Bekasi direncanakan mengundang 37 pejabat eselon III dan IV yang terkena rotasi mutasi, Kamis (6/6/2024). Namun demikian, pertemuan dijadwalka

Komisi I DPRD Kota Bekasi Sebut Kebijakan Rotasi Mutasi Pejabat Bermuatan Politik

KOTA BEKASI - Pj Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhamad lakukan rotasi mutasi pada pejabat eselon III dan IV pada Jum'at (31/5/2024) kemarin. Namun hal tersebut menuai kriti

Ketua DPRD Kota Bekasi Saifuddaulah Terima Kunjungan MPR

KOTA BEKASI - Ketua DPRD Kota Bekasi terima kunjungan yang dilakukan Mahasiswa dan Pemuda Revolusioner (MPR) guna membahas persoalan masyarakat kerap terjadi

Camat Rawalumbu Diduga Abaikan Pelayanan Terhadap Warga

KOTA BEKASI - Salah satu warga RT 05 RW 25 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, R Tambunan mengeluhkan proses pe

Rayakan HUT ke-77, Ini Pesan Ketua dan Sekretaris DPP Pemuda Demokrat Indonesia

KOTA BEKASI - DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bekasi rayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 77. Selain itu, perayaan tersebut pun sebagai momen

Sholihin Ajak Masyarakat Kota Bekasi Jangan Salah Pilih Pemimpin

KOTA BEKASI - Ketua DPC PPP Kota Bekasi, Sholihin mengajak kepada masyarakat Kota Bekasi untuk tidak salah memilih pemimpin pada perhelatan Pemilihan Kepala D