Nikson Nababan dalam acara Diskusi Publik di Aula Kampus Universitas Al Washliyah (Univa) Medan. PALAPA POS/Hengki Tobing.

MEDAN - Nikson Nababan, mantan Bupati Tapanuli Utara (Taput) dua periode yang saat ini masuk bursa bakal calon Gubernur Sumatra Utara, menerangkan, apabila diberikan kesempatan untuk memimpin  di Sumut, maka dia sudah harus memikirkan kemajuan Sumatera Utara untuk masa mendatang. Tidak lagi hanya memikirkan Tapanuli Utara, namun harus menjadi bapak untuk semua masyarakat Sumatera Utara, Rabu (15/5/2024).

Pernyataan itu disampaikan Nikson Nababan dalam acara Diskusi Publik bertema 'Menakar Potensi Politik Al Washliyah Dari Zaman ke Zaman' di Aula Kampus Universitas Al Washliyah (Univa) Medan, Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa 14 Mei 2024 yang dilaksanakan pmpinan Daerah Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH) Kota Medan.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan tokoh masyarakat Dr Drs Nikson Nababan MSi, Akademisi sekaligus peneliti Centre for Al Washliyah Studies yang juga Dosen Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Dr Ja'far MA, serta dihadiri ratusan mahasiswa-mahasiswi Al Washliyah.

Dalam paparannya, Nikson Nababan menyebut harus membuka wawasan dan literasi soal kiprah Al Washliyah dalam kancah politik di Sumut. "Bicara Al Washliyah saya harus baca buku lagi terkait sejarahnya. Sampai di mana keterlibatan Al Washliyah berperan penting dalam politik tanah air, khususnya di Sumut," ujar Nikson.

Ia juga memuji hadirnya Al Washliyah termasuk ISARAH, dalam dunia politik. Bukan tanpa alasan, nama besar Al Washliyah ternyata tidak terlepas dari perjuangan dan peran penting menghadirkan konsep Politik Kebangsaan.

"Kita negara demokrasi, bukan korporasi. Bagi-bagi anggaran, bagi-bagi menteri. Itu kenyataan yang kita lihat saat ini. Tugas kita dalam merangsang partisipasi pemilih. Khususnya kaum pemuda dan mahasiswa. Anak-anak muda saat ini bisa dikatakan sudah antipati terhadap politik," tegasnya.

Kata Nikson, hal itu salah satunya disebabkan para pemimpin daerah dan nasional seolah-olah minta dilayani yang seharusnya melayani rakyat, bukan sebaliknya.

"Kita pilih pemimpin punya visi misi, nurani, dan egaliter yang mampu melayani berbagai suku, beragam agama. Tuhan sudah menciptakan kita berbeda-beda.Persoalan yang terjadi saat ini semuanya berawal dari ketidakadilan. Filosofi keadilan ini harus kita pahami. Bagaimana kaum muda ini bisa kita ajak, agar melek politik bahkan menjadi kontestan politik. Suatu saat, kalian-lah yang di depan, dan akan menggantikan kami. Suatu saat anda akan mengisi kepemimpinan nasional," harapnya.

Nikson pun kembali mengungkap sulitnya membangun daerah dengan anggaran yang kecil. Dia juga membeberkan visi misi dan rencana kerja pemimpin Sumut ke depan, mulai dari infrastruktur, pertanian, perikanan (kelautan), termasuk nelayan yang dimiliki Sumut yang sangat lengkap.

"Kalau semua urusan harus ada uang tunai, semua komponen pemerintah ke bawah akan mengikuti tradisi buruk itu. Jadi, harus kita ubah menjadi semua urusan harus tuntas, SK pegawai gratis, pengangkatan kepala sekolah gratis, pengangkatan Kepala Dinas, semuanya gratis," tegasnya lagi.

Nikson pun membeberkan, upaya kerasnya menyelamatkan hutan rakyat dari bayang-bayang perubahan status hutan menjadi konsesi yang notabene tidak akan bisa lagi dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Saya yakin Al Washliyah punya pikiran yang lebih luas. Saya tidak hanya memikirkan Tapanuli Utara, tentu tidak. Sudah harus memikirkan kemajuan Sumatera Utara unutk masa mendatang. Saya harus jadi bapak untuk semua masyarakat Sumatera Utara," kata Nikson.

Sementara itu, Ketua PD ISARAH Kota Medan, Azrul Hasibuan SPdI, dalam sambutannya menyebut Nikson Nababan layak menjadi  Tokoh Sumatera Utara. "Abangda Nikson Nababan Patut kita sebut sebagai Tokoh Sumatera Utara, Bupati 2 periode yang pada periode kedua biasanya sudah ditangkap KPK," ujarnya.

Azrul mengatakan, prestasi Nikson Nababan begitu banyak, jarang-jarang seorang bupati mampu melakukan semua prestasi itu. "Tidak ada alasan bagi Nikson Nababan untuk tidak kita nobatkan sebagai seorang tokoh," ujar aktivis Al Washliyah itu.

"Inilah dasar terselenggaranya Diskusi Publik hari ini, bukan hanya sekedar nuansa politik, tapi tokoh-tokoh yang kami undang memang layak menjadi pemimpin di Kota Medan dan Provinsi Sumatera Utara," katanya.

Penulis : Hengki.

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Masyarakat Tabagsel Indonesia : Semoga Kehadiran Nikson Nababan Menjadi Berkah Bagi Masyarakat

MEDAN- Bakal Calon Gubernur Sumatra Utara Nikson Nababan mengatakan  penerapan prinsip 'the right man on the right place' dalam penempatan seseorang pegawai di pe

Dimposma Sihombing Dilantik Menjadi Penjabat Bupati Tapanuli Utara

MEDAN- Dr. Dimposma Sihombing, S.Sos, MAP dilantik menjadi penjabat (Pj.) Bupati Tapanuli Utara oleh Pj. Gubernur Sumatera Utara Hassanudin yang dilaksanakan di Aula Tengku Ri

DPW Partai Perindo Riau Qurban Dua Ekor Hewan

PEKANBARU - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Provinsi Riau menyempatkan qurban dua ekor hewan. Pelaksanaan qurban di Kantor sementara DPW Perindo Jalan Cemara Gobah

Plt. Wali Kota Bekasi Raih Penghargaan Pembina Pengembangan TTG Desa Nusantara

BANDAR LAMPUNG - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia berikan penghargaan kepada para Inovator dan Pembina Peng

Taput dan Batam Jalin Kerjasama Perdagangan Komoditi Pangan dan Pertanian

BATAM - Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan didampingi Sekretaris Daerah Indra Simaremare serta OPD terkait mengikat kerjasama dengan Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepulaua

Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital

MADINA - Program pengembangan sumber daya manusia talenta digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) 2021 melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika menyelenggarakan kegiatan