Komisioner Bawaslu Kota Bekasi Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Ali Mahyail. PALAPA POS/ Yudha

KOTA BEKASI - Komisioner Bawaslu Kota Bekasi Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Ali Mahyail menyatakan bahwa pernyataan Ketua Bapilu Gerindra Kota Bekasi, Sudi Hartono dinilai keliru.

Bawaslu dalam kesempatan yang sama juga meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi mencoret Ahmad Ushtuchri yang mencalonkan diri melalui Partai Gerindra yang saat ini masih tercatat sebagai Anggota DPRD asal PKB,Rabu (24/5/2023).

"Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 10 tahun 2023, pasal 11 anggka 2, syarat pencalonan harus mundur dulu dari partai lama, baru bisa didaftarkan oleh partai yang baru,"katanya.

Lebih lanjut ia pun mengaku bahwa pihak Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi sudah lakukan sosialisasi terkait hal tersebut kepada Liaison Officer (Naradamping) partai yang tercatat sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu), dan seharusnya hal tersebut diteruskan kepada para Calon Legislatif (Caleg).

"Terkait statmen Ketua Bapilu Gerindra Kota Bekasi yang menyatakan bahwa selama masih dilaksanakannya proses Daftar Pemilih Sementara (DCS), yang bersangkutan masih bisa berada dalam dua partai, itu keliru. Harusnya yang bersangkutan mengundurkan diri terlebih dahulu dari partai sebelumnya, baru bisa mendaftarkan di partai baru nya,"ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi bisa terkena sanksi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) apabila ttidak mencoret caleg seperti yang terjadi pada Ahmad Ushtuchri.

"Komisi Pemilihan Umum Kota Bekasi harusnya mencoret yang bersangkutan, jika tidak dilakukan Bawaslu akan memberikan sanksi kepada KPU,"tukasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Ketua Bapilu Partai Gerindra Kota Bekasi, Sudi Hartono menjelaskan, selama masih proses Daftar Pemilih Sementara (DCS), yang bersangkutan masih bisa berada dalam dua partai.

"Secara etika politik harus nya dia mundur sekaligus membuat surat pengunduran diri, lalu diserahkan kepada kami. Jadi kami menunggu dari hasil DCT, kalau dari KPU sudah keluar hasil verifikasi, nanti tinggal kita tanyakan kepada yang bersangkutan, mau memilih partai mana, sebab sebelum penetapan DCT masih bisa dua partai,"ungkapnya.

Penulis : Yudha

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Tri Adhianto Dapat Dukungan PSI Maju di Pilkada Kota Bekasi

KOTA BEKASI - Bebrapa partai telah memberikan rekomendasi dan surat tugas sebagai bentuk dukungan  kepada Tri Adhianto maju di Pilkada Kota Bekasi, hari ini Senin (22/7/2

Ketua Bapilu PAN Kota Bekasi : Daripada Dukung Sebelah, Mending Tri Adhianto

KOTA BEKASI - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PAN Kota Bekasi, Afrizal menjelaskan sosok Tri Adhianto merupakan figur yang kompeten untuk menjadi Wali Kota Bekasi 2

PDIP Kota Bekasi Inginkan Kerjasama Politik Nasionalis-Relegius

KOTA BEKASI- Pencalonan Tri Adhianto semakin mantap, setelah PDI Perjuangan, Partai Demokrat memberikan surat tugas, kini giliran Partai Amanat Nas

Koalisi Tri Adhianto dan Faisal Semakin Menguat

KOTA BEKASI - Sinyal koalisi antara Ketu DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Tri Adhianto dengan Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Bekasi,

PDIP Kota Bekasi Intens Jalin Komunikasi Antara Parpol

KOTA BEKASI – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga saat intens melakukan komunikasi dengan partai politik lain menghadapi Pilkada Kota Bekasi, Jawa Barat.

Ono Surono : Hanya Tri Adhianto Dapat Surat Tugas dari DPP PDIP

KOTA BEKASI - Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat, Ono Surono menegaskan surat tugas yang diterbitkan DPP PDI Perjuangan hanya kepada kadernya Tri Adhianto sebagai Ba