Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi usai mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum KONI Kota Bekasi, Jumat (10/2/2023). PALAPA POS/ Yudha

KOTA BEKASI - Tak puas hanya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto yang juga Ketua DPC PDIP melanjutkan petualangannya mencari keberuntungan dengan mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi, Jumat (10/2/2023).

Menyikapi hal itu, Ketua Umum KONI Kota Bekasi, Abdul Rosyad Irwan mengatakan hal itu diperbolehkan dan tidak melanggar AD/ART yang ada. Terpenting menurutnya, para yang mendaftar calon memiliki tujuan mengembangkan prestasi olahraga.

“Dipersilahkan berkontestasi dan melanjutkan tongkat kepemimpinan saya. Tidak ada larangan yang tegas dalam mengatur kepala daerah ataupun politisi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum KONI Kota Bekasi, dan mungkin setiap daerah sudah banyak kepala daerahnya yang menjadi ketua KONI. Tinggal bagaimana menjalankan porsi sebagaimana ketua KONI dan sebagai pemimpin daerah,"katanya kepada palapapos.co.id.

Lebih lanjut, ia pun menjelaskan jika Tri Adhianto terpilih Ketua KONI Kota Bekasi kedepannya akan memilih Ketua Harian sebagai pembantu tugasnya.

"Kemungkinan jika beliau terpilih sebagai Ketua KONI dan beliau bicara langsung kepada saya, kedepannya akan memilih Ketua Harian untuk membantu tugasnya di KONI,"pungkasnya.

Kendati demikian, Abdul Rosyad Irwan tidak mempermasalahkan jika Tri Adhianto resmi terpilih dan menjabat sebagai Ketua KONI Kota Bekasi, terlebih saat ini tidak ada aturan atau Undang-undang yang mengatur soal tidak diperbolehkannya pejabat publik menjadi Ketua.

"Karena ada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) yang tidak diperbolehkan bahwa pejabat publik menjabat sebagai Ketua Umum KONI. Tapi pada saat itu juga sudah banyak pejabat publik yang menjadi Ketua KONI di daerah, contoh berada di wilayah Papua, Kabupaten Garut, NTB dan sebagainya. Namun Undang-undang nomor 22 tahun 2022 pun tidak tegas mengatur itu. Cuman yang menjadi persoalan pada pelaksanaannya, satu sisi sebagai Ketua KONI, dan satu sisi lagi sebagai kepala daerah,"pungkasnya.

Dilokasi serupa, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak memiliki kendala dengan ambisi untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bekasi pada 2024 mendatang.

"Itu dua hal yang berbeda dan tidak ada aturan nya kepala daerah merangkap jabatan sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia,"tutupnya.

Penulis : Yudha

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pengurus IPSI Datangi Kantor KONI Kota Bekasi, Ini Penyebabnya

KOTA BEKASI - Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bekasi datangi kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi. Hal tersebut dil

Jelang Muskot PBVSI Kota Bekasi, Rudy Heryansah Mundur Sebagai Calon Ketua Umum

KOTA BEKASI - Menjelang Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Bola Voli Indonesia (PBVSI) Kota Bekasi yang akan diselenggarakan pada 2 Maret 2024, s

Saat Menggelar Rapat Kerja, Ketua KONI Kota Bekasi, Tri Adhianto Targetkan ini

KOTA BEKASI - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi menargetkan para atlet bisa menorehkan prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jaw

Dhana Satria Kembali Pimpin Cabor PSAWI Kota Bekasi Periode 2024-2028

KOTA BEKASI - Dhana Satria kembali terpilih sebagai Ketua Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) Kota Bekasi peri

Kado Akhir Tahun, Persipasi Juara 1 Liga 3 Seri 1 Jawa Barat

KOTA BEKASI - Meski hanya bertanding dengan 10 orang pemain, Persipasi Kota Bekasi berhasil membungkam Persikas Kabupaten Subang dengan skor 2-0 di laga

Puluhan Atlet Terbaik KONI Kota Bekasi Dapatkan Bonus Umroh

KOTA BEKASI - Bertempat di gedung Islamic Center, Jl. Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KO