Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar. PALAPA POS/ Desi

TOBA - Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar menyampaikan bahwa pihaknya terus menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan sound system di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba, Sumatera Utara. Penetapan tersangka dugaan korupsi akan dilakukan saat gelar perkara di Polda Sumut (Poldasu).

Sebelumnya  ia menjelaskan, kasus dugaan korupsi pengadaan sound system pada Bagian Umum dan Perlengkapan Setdakab Toba  APBD tahun anggaran 2014 dengan nilai pagu sebesar Rp 1 miliar. Dalam proses, 29 saksi telah diperiksa oleh pihak Polres Toba, selanjutnya pihaknya masih menunggu hasil dari ahli dan selanjutnya penetapan tersangka segera dilakukan.

“Kita masih meminta tanggapan dari pihak ahli, dan hingga saat ini kita masih lakukan penyelidikan. Gelar perkara akan dilaksanakan di Polda Sumut bersamaan dengan penetapan tersangka,” sebut Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar saat dikonfirmasi, Rabu (3/11/2021).

"29 orang sudah diperiksa dari lingkungan Sekdakab Toba atas dugaan korupsi pengadaan barang pada tahun 2014,"ujar Nelson Sipahutar.

Ia juga menjelaskan bahwa penanganan kasus tersebut terkesan lambat disebabkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) DPO.

"Hambatan kenapa sampai lama penanganannya di penyidik, ini karena Kuasa Pengguna Anggaran inisial EPP sebagai Kabag Umum menghilang, atau tidak di tempat dan merupakan DPO Kejaksaan,"sambungnya.

Namun, pada tahun 2020, KPA yang berinisial EPP telah diproses di Kejaksaan dan kini sedang menjalani putusan pengadilan di rumah tahanan (Rutan).

"Pada tahun 2020 EPP ditemukan dan sudah di eksekusi oleh kejaksaan ke Rutan. Kami bergerak cepat melakukan penyelidikan dan sudah memeriksa EPP sebagai saksi,"terangnya.

Ia menjelaskan bahwa ada 42 item yang telah disita pihak kepolisian dalam perkara tersebut.

"Barang bukti ada 42 item sound system yang kami lakukan penyitaan. Dan rencana tindak lanjut, penyidik akan menghitung kerugian keuangan negara. Kami berkoordinasi dengan auditor Inspektorat Kabupaten Toba,"ungkapnya.

Menurutnya, dalam waktu dekat pihak kepolisian akan menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

"Dalam waktu dekat, kami surati ahli sound system. Terus, akan dilakukan gelar penetapan tersangka,"pungkasnya.

Penulis : Desi

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Bupati Labuhan Batu Terjaring OTT

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan Bupati Labuhan Batu Erik Adtrada Ritonga terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Ut

Kadis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bekasi Terjerat Kasus Dugaan Korupsi

KOTA BEKASI - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskopukm) Kota Bekasi, YY ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kota Bekasi beserta 3 orang l

Mantan Bupati Yapen Provinsi Papua Diduga Korupsi, Kotra Pangaru Datangi KPK

JAKARTA - Sejumlah masa mengatasnamakan Komunitas Transparansi Pengguna Anggaran Papua Baru (KOTRA PANGARU) lakukan aksi demonstrasi di gedung Komisi Pemberan

Rumah Firli Bahuri dan Dua Rumah Lain di Geledah Polda Metro Jaya

KOTA BEKASI - Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya lakukan penggeledahan terhadap rumah Ketua KPK, Firli Bahuri dan dua rumah lainnya berlokasi di

NasDem Bantah Pernyataan KPK Terkait Aliran Dana dari SYL

JAKARTA - DPP Partai NasDem membantah pernyataan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya aliran dana korupsi kadernya dan mantan Menteri Pertanian (Mentan)

Ada Dugaan Aliran Dana Tersangka SYL ke Partai Nasdem

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan aliran dana miliaran rupiah dari mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) ke Partai NasDem.