Warga Toba laporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan sekolah di Kabupaten Toba ke Kejari Toba Samosir, Senin (25/10/2021). PALAPA POS/ Desi

TOBA = Masyarakat melaporkan pihak sekolah di lingkungan Danas Pendidikan Kabupaten Toba, Sumatera Utara ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Toba Samosir, Senin (25/10/2021). Seorang warga Alex Siagian (30) terlihat membawa sebuah map yang berisi laporan dugaan tindakan korupsi.

Pasca penyerahan laporan tersebut, Alex didampingi beberapa orang rekannya menyampaikan, bahwa dia sudah menyerahkan laporan dugaan korupsi di sebuah sekolah di Kabupaten Toba

“Kita sudah menyerahkan laporan soal adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh oknum di sebuah sekolah di Kabupaten Toba. Kita datang kesini karena kita peduli dengan pendidikan di daerah ini,” ujar Alex saat disambagi di area Kantor Kejari Toba Samosir, Senin (25/10/2021).

Dia mengaku, dugaan tersebut bersama rekannyasebelumnya sudah diserahkan kepada Bupati Toba Poltak Sitorus. Dan menurut pengakuannya, diseraskan sekitar tiga minggu lalu. Namun disayangkan, Bupati Toba Poltak Sitorus tidak menyikapinya dengan baik.

“Pak Bupati sudah kita temui dan hingga sekarang tak ada respon. Sudah tiga pekan ini,  dan jawaban dari Bupati, Sekda, atapun Dinas Pendidikan serta sekolah yang bersangkutan tak ada memberikan keterangan yang jelas. Kembali pada motto Pak Bupati Toba terkait Batak Naraja, kita berupaya menyampaikannya,”sambungnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan isi laporan yang ia sampaikan kepada pihak Kejari Toba Samosir terkait dugaan pungutan liar (Pungli) dan pembangunan fiktif.

“Kalau isi laporan kita dugaan Pungli dan pembangunan secara fiktif. Hal ini sudah kita sampaikan. Jika di lingkungan pendidikan sampai terjadi yang seperti ini, bagaimana masa depan negara ini,”ujarnya.

“Seharusnya lingkungan pendidikan mejadi wadah bagi pelajar mendapat pengetahuan yang baik. Setelah kita melaoirkan, semoga pihak Kejari Toba Samosir cepat menanggapinya,”sambungnya.

Menanggapi laporan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu menegaskan, bahwa pihaknya akan menindak tegas bila memang ada oknum di lingkungan Dinas Pendidikan Toba melakukan tindak pidana korupsi.

“Kita akan tindak tegas bila ada sekolah yang melkakukan Pungli atau apapun jenisnya yang merupakan tindak pidana korupsi,”kata Rikardo Hutajulu.

“Kita sudah tegaskan kepala sekolah melarang melakuan pungutan apapun di sekolah karena sudah ada dana BOS. Kalau ada pungutan dilakukan pihak sekolah, itu tidak diperbolehkan,” pungkasnya.

Penulis : Desi

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Warga Datangi Kejaksaan Laporkan Dugaan Korupsi di Lingkungan Dishub Toba  

TOBA  - Warga Toba mendatangi Kejaksaan Negeri Toba Samosir membawa laporan dugaan korupsi di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Toba.

A

Dugaan Korupsi SMAN 19, Kejari Kota Bekasi Kembali Tetapkan Satu Tersangka 

BEKASI – Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Kamis (4/11/2021) dalam kasus yang sama kembali menetapkan satu tersangka lain inisial MZ. Sebelumnya, telah menetapkan Kepala

Polisi: Dugaan Korupsi Pengadaan Sound Systim Pemkab Toba Digelar di Poldasu

TOBA - Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar menyampaikan bahwa pihaknya terus menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan sound system di lingkungan Pemerintah Kabupat

KPK Amankan Bupati Kuantan Singingi

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) amankan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra bersama tujuh orang terkait kasus dugaan suap perizinan perkebunan.<

KPK Periksa Terpidana Andi Narogong Kasus Korupsi KTP-el

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa terpidana Andi Narogong di Lapas kelas I Tangerang Banten, Senin (18/10/2021) sebagai saksi penyidikan kasus dugaan korup

Kepsek SMAN 19 Ditahan Kejari Kota Bekasi Terkait Kasus Korupsi

BEKASI – Kepala Selolah (Kepsek) SMA Negeri 19 Kota Bekasi, inisial UK ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, Jumat (1/10/2021), dugaan tindak pidana korupsi pemb