Sepeda motor yang hendak keluar dari ruko Bekasi Town Square (Betos). PALAPA POS/ Yudha

BEKASI - Besarnya denda karcis parkir yang dibebankan kepada pengunjung Bekasi Town Square (Betos), mendapat prites keras dari Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak. Pria yang akrab disapa Bang Jack merasa geram dan mengaskan, akan menindaklanjuti aduan tersebut. Selasa (14/9/2021)

"Soal besaran denda parkir itu harus sesuai dengan ketentuan (regulasi) pemerintah. Seharusnya pengelola parkir tidak boleh asal membuat kebijakan. Kita harap masyarakat membuat aduan kepada kami DPRD Kota Bekasi untuk menindaklanjuti masalah besarnya denda karcis parkir,"kata Abdul Rozak.

Abdul Rozak pun meminta agar Pemerintah Kota Bekasi melakukan peninjauan ulang perizinan pengelolaan parkir.

"Jika nanti kita temukan tindakan bertentangan dengan produk hukum pemerintah. Maka saya mendesak agar Pemerintah Kota Bekasi meninjau ulang perizinan seluruh pengelolaan parkir,"ujarnya.

Salah satu pengunjung Bekasi Town Square (Betos), Asep menyampaikan dirinya merasa dirugikan dengan denda yang diberikan pihak pengelola parker sebesar Rp 30 ribu.

"Kartu parkir saya hilang, tapi ketika saya ingin keluar dari Betos saya dikenakan denda kehilangan sebesar Rp 30ribu. Namun petugas parker yang bertugas saat itu mengatakan, hal itu merupakan kebijakan pengelola. Saya meminta Pemerintah Kota Bekasi ataupun DPRD Kota Bekasi bisa melihat dan menindaklanjuti kasus tersebut. Masyarakat juga perlu kejelasan soal denda yang diberlakukan pengelola parkir. Apakah denda tersebut masuk ke kas daerah atau tidak,"kata Asep kepada palapapos.co.id.

Hal serupa pun dialami dilokasi yang berbeda. Pengendara roda empat, Wawan sempat kehilangan kartu parkirnya di RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Dirinya mengaku sudah menunjukan bukti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) milik nya.

"Masa cuma ganti kertas parkir sampai Rp 30 ribu. Padahal saya sudah menunjukan bukti STNK kendaraan saya,"ungkap Wawan.

Wawan pun menilai denda yang diberikan tidak berbanding dengan nilai kertas. Terlebih tidak ada jaminan keamanan terhadap kendaraan atau barang yang berada di mobil.

Penulis: Yudha

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Aliansi Aspirasi Mahasiswa Bekasi untuk Indonesia Gruduk Kantor DPRD Kota Bekasi

BEKASI - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Aspirasi Mahasiswa Bekasi untuk Indonesia menggelar aksi massa didepan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota

Perjanjian Kerjasama TPST Bantargebang Lanjut Lima Tahun Kedepan

BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menandatangani perpanjangan kerjasama Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi berl

Pemkot Bekasi Wajibkan Pedagang Sekitar Sekolah Divaksin

BEKASI - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK)  di Kota Bekasi sudah dibuka, dan P

Rahmat Effendi Akui Pembentukan Tim Tujuh Islamic Center

BEKASI - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui dibentuknya tim tujuh untuk mengkaji kerjasama pengelolaan Islamic Center, dan sudah menerimamasukan terkait evaluasi kerjasam

Pemkot Bekasi Bentuk Tim Tujuh Kaji Ulang Pengelolaan Islamic Center

BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi membentuk tim tujuh untuk mengkaji ulang perjanjian kerjasama dan merumuskan manajemen pengelolaan Islamic Center. Tim terdiri dari tokoh masyar

Hadapi Musim Pengujan, Wakil Wali Kota Bekasi Pimpin Apel Siaga Banjir

BEKASI - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto pimpin apel kesiapsiagaan dan antisipasi ancaman bencana banjir di halaman kantor Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Juma