Frida (50) salah satu pengguna transportasi commuter line di Stasiun Belasi Timur, Kota Bekasi, Jumat (10/9/2021). PALAPA POS/ Yudha

BEKASI - Kereta Api Commuter Line (KRL) lakukan perubahan syarat perjalanan bagi setiap penumpang sejak Rabu (8/9/2021). Calon penumpang wajib menunjukkan sertifikat vaksin kepada petugas.

Manager Humas Pusat Kereta Commuter Indonesia (KCI) kepada palapapos.co.id mengungkapkan, penrapan itu sesuai dengan Surat Edaran dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19 tertanggal 6 September 2021.

"Saat ini penumpang commuter line yang ingin lakukan perjalanan diharuskan memiliki sertifikat vaksin, dan mengunduh aplikasi PeduliLindungi. Namun jika masyarakat memiliki sertifikat yang sudah dicetak, itu hanya tinggal ditujukan kepada petugas kami,”ungkap Adli, Jumat (10/9/2021).

Adli pun mengatakan, seluruh stasiun di Kota Bekasi sudah menerapkan wajib vaksin dan terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi.

"Kalau di kami itu sebetulnya ada 80 stasiun wilayah Jabodetabek, untuk seluruhnya sudah bisa lakukan scan barcode aplikasi PeduliLindungi,"katanya.

Akan tetapi, dirinya menjelaskan,  untuk penumpang diharuskan tetap mematuhi protokol kesehatan ketika ingin menggunakan commuter line, dan khusus balita belum diperbolehkan menggunakan jasa kereta cepat.

"Kita tetap menerapkan protokol kesehatan ketika ada masyarakat yang memasuki stasiun, diantaranya tidak boleh berbicara lewat sambungan telepon, harus mencuci tangan dan memakai masker double,"ujarnya.

Terpisah, Frida (50) salah satu pengguna transportasi commuter line mengatakan semenjak adanya penggunaan aplikasi PeduliLindungi di setiap stasiun, dirinya saat ini merasa lebih nyaman dan mudah.

"Dengan adanya aplikasi itu kita juga lebih nyaman dan lebih cepat, tidak ribet seperti sebelumnya yang harus pake surat-surat,"ucap Frida.

Frida juga menjelaskan, dengan menggunakan pelayanan aplikasi PeduliLindungi semua menjadi cepat dan efisien, karena telah dinyatakan sudah divaksin.

"Dengan PeduliLindungi kita sudah jelas sehat, bertemu orang juga tidak perlu takut lagi karena sama-sama sudah sehat. Dan pelayanan juga cepat,"ucapnya kembali.

Frida berharap dengan banyaknya masyarakat yang sudah divaksin menjadikan lingkungan lebih aman. Sehingga penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan.

"Harapan, jika masyarakat semua sudah divaksin, lingkungan kita juga aman, dan penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan,"tutup Frida.

Penulis: Yudha

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Polres Metro Bekasi Kota Lakukan Vaksinasi Keliling

BEKASI - Meningkatkan kekebalan kelompok dan upaya percepatan vaksinasi, Polres Bekasi Kota lakukan vaksinasi keliling di wilayah Galaxi, Bekasi Selatan sasaran pedagang dan pe

Kasus Covid-19 Belum Tuntas, DBD Meningkat Di Kota Bekasi

BEKASI - Kasus Covid-19 di Kota Bekasi menurun tidak memnuat masyarakat puas, karena saat ini Demam Berdarah Dengue (DBD) perlu segera ditangani karena kasusnya belakangan meni

Insentif  'Nakes' Kota Bekasi Terhambat

BEKASI - Insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kota Bekasi, Jawa Barat saat ini belum dibayarkan karena seluru data jumlah 'Nakes' yang ada belum terkumpul.

Godok Perda Pesantren, Shobirin Apresiasi Pansus 19 DPRD Kota Bekasi

BEKASI - Terbitnya Undang-undang No 18 tahun 2019 tentang Pesantren bentuk sebuah pengakuan pemerintah terhadap dunia pendidikan pesantren.

Hal

Mempermudah Administrasi, Warga Diminta Miliki Kartu Nikah Digital

BEKASI – Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi wajibkan warga yang sudah menikah memeiliki kartu nikah digital. Penerapkan tersebut menindaklanjuti penerapan di masyarakat

Dinas LH Kota Berencana Tambah Mobil Pengangkut Sampah

BEKASI – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Yayan Yuliana berencana menambah mobil pengangkut sampah agar sampah warga terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (