Nicodemus Godjang, anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi

BEKASI- Raperda peningkatan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D menjadi tipe C merupakan dambaan masyarakat Kota Bekasi. Karena selama ini RSUD tipe D dianggap tidak representatif dalam melayani masyarakat. Kurangnya fasilitas serta tenaga medis salah satu faktor yang membuat warga lebih memilh RSUD Chasbullah (tipe B) untuk berobat, sehingga terjadi penumpukan pasien.

Untuk itu, Nicodemus Godjang, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bekasi mengajukan inisiatif untuk pembuatan Perda peningkatan layanan rumah sakit.

"Perda ini untuk masyarakat. Dan peningkatan layanan RSUD tipe D menjadi C ini sangat penting, mengingat jumlah penduduk Kota Bekasi sudah mencapai kurang lebih 3 juta jiwa. Untuk menghindari penumpukan pasien di RSUD tipe B harus dilakukan perubahan signifikan. Bayangkan, tiap hari pasien menumpuk di rumah sakit Chasbullah. padahal sudah ada 4 RSUD tipe D lokasinya di kecamatan. Warga masyarakat lebih memilih tipe karena fasilitas kesehatan memadai. Ini yang menjadi dasar pemikiran saya untuk menginisiasi Raperda ini, yang saya usulkan ke kawan- kawan Fraksi PDI Perjuangan untuk dijadikan Perda," ungkap Nicodemus yang juga anggota Panitia Khusus (Pansus) 20 yang membahas Raperda Peningkatan Layanan Kesehatan.

Ditambahkan Nico, sapaan akrabnya, usulan Raperda itu merupakan inisiatif dirinya yang kemudian disetujui fraksinya (PDI Perjuangan) dengan berbagai pertimbangan kemanusiaan dan sosial. Karena kata dia, yang menikmati adalah masyarakat, terutama warga menengah kebawa.

"Pertimbangan saya adalah untuk masyarakat agar tidak terjadi penumpukan di satu rumah sakit. Kita ingin warga Pondokgede dan sekitarnya tidak usah lagi ke rumah sakit Chusbullah (tipe B), akalau sudah ada RSUD tipe C yang sudah memadai dan representative disana," tuturnya menjelaskan.

Lanjurt dia menjelaskan, RSUD tipe D murni pembiayaannya APBD Kota Bekasi sangat sulit untuk dikembangkan karena faktor keterbatasan anggaran. Dirinya berharap agar Pansus 20 mengawal Raperda tersebut dengan penyempurnaan untuk keperluan masyarakat Kota Bekasi.

"Kalau status RSUD menjadi tipe C, maka kota Bekasi bisa meminta bantuan ke pusat ataupun ke provinsi dalam pemenuhan kebutuhan fasilitas kesehatan. Kalau masih tipe D anggaran Kota Bekasi sangat terbatas, dan tidak bisa meminta bantuan anggaran ke propinsi ataupun ke pusat,"ujar Nico. (adv)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Ahmad Faisyal: Peran Keluarga Sangat Penting Hindari Pelecehan Seksual Terhadap Anak

BEKASI – Data Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi terhitung sejak 1 Januari 2021 hingga 25 Oktober 2021 ada 26 laporan korban pelecehan seksual pencabulan

Hindari Toko Kosmetik Menjual Narkotika, Ahmad Faisyal Hermawan Desak Pemkot Bikin Perda

BEKASI - Narkotika dan obat-obat terlarang diduga diperjual belikan di toko kosmetik. Barang haram itu dikonsumsi kalangan muda demi mendapatkan ketenangan pada dirinya. Untuk

Oloan Nababan Desak Pemkot Bekasi Maksimal Serap APBD

BEKASI - Demi tercapainya rencana pembangunan Kota Bekasi, Anggota DPRD Kota Bekasi dari Komisi Tiga sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Oloan Nababan mendesak Pemerintah Ko

Reses III DPRD, Warga Sampaikan Aspirasi Kepada Arwis Sembiring Meliala

BEKASI - Reses III Tahun  2021, Anggota Komisi Tiga DPRD Kota Bekasi, Arwis Sembiring Meliala mengatakan banyak warga yang menyampaikan aspirasi dengan harapan aspirasi ya

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Sodikin Berharap Ada Langkah Preventif Atasi Banjir

BEKASI - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi dari Fraksi Partai Demokrat Sodikin, mengatakan agar Pemerintah Kota Bekasi dapat melakukan antisipasi penceg

Maksimalkan Hasil Pembangunan, Anggota Dewan Fraksi PDI Perjuangan Adakan Reses III

BEKASI - Jaring aspirasi yang dilakukan Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, Oloan Nababan di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi mendapatkan respon positif dari w