Sejumlah massa di depan PT Suzuki Indomobil Motor lakukan demonstrasi sambil membawa sebilah bambu di tengah jalan Tambun.(PALAPAPOS/HAFIZ)

BEKASI - Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Ormas Bekasi (AOB) mengeruduk PT Suzuki Indomobil Motor, Tambun pada Rabu, (2/6/2021). Aksi tersebut merupakan respon atas kesepakatan yang tak kunjung direalisasikan terkait pengelolaan limbah B3 dan Non B3.

Ketum AOB, H. Zainal Abidin mengatakan, kesepakatan antar kedua belah pihak sudah terjadi sejak era Bupati Bekasi, Alm Sa'duddin pada tahun 2008.

"Kesepakatan soal pengelolaan limbah B3 dan Non B3 PT Suzuki Indomobil Motor Tambun telah terjadi sejak jaman kepemimpinan Bupati Bekasi oleh Alm. Sa’duddin tahun 2008 lalu. Tapi, sampai hari ini tidak ada kejelasan dari pihak PT," ucapnya.

Ia menambahkan, AOB menagih janji yang telah disepakati bersama antara Manajemen PT Suzuki Indomobil dengan pihaknya yang terhitung 28 Mei 2021 selama 5 hari kerja.

“Kami sudah mengupayakan langkah negosiasi dengan melayangkan surat audiensi pada 28 Mei 2021 lalu yang ditujukan ke PT. Suzuki Indomobil. Intinya kami ungkapkan kekecewaan kami terhadap Presiden Direktur perusahaan,”jelas Zainal.

Zainal berharap para stakeholder seperti DRPD Kabupaten Bekasi untuk turun tangan mengatasi masalah ini dengan memanggil manajemen pabrik bersangkutan guna mencapai solusi.

“Kami berharap kepada Bupati Bekasi, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, serta jajaran Stakeholder terkait untuk segera memanggil pihak manajemen PT Suzuki Indomobil Motor dan melakukan klarifikasi,"tegasnya.

Seperti informasi yang tersebar, telah terjadi demonstrasi oleh ormas di depan PT Suzuki Indomobil Motor. Para demonstran bergerombol sambil membawa batang bambu hingga kemacetan terjadi di sekitar Tambun Selatan.

Penulis : Hafiz

Editor : Benys

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pemkot Bekasi Wajibkan Pedagang Sekitar Sekolah Divaksin

BEKASI - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK)  di Kota Bekasi sudah dibuka, dan P

Rahmat Effendi Akui Pembentukan Tim Tujuh Islamic Center

BEKASI - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui dibentuknya tim tujuh untuk mengkaji kerjasama pengelolaan Islamic Center, dan sudah menerimamasukan terkait evaluasi kerjasam

Pemkot Bekasi Bentuk Tim Tujuh Kaji Ulang Pengelolaan Islamic Center

BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi membentuk tim tujuh untuk mengkaji ulang perjanjian kerjasama dan merumuskan manajemen pengelolaan Islamic Center. Tim terdiri dari tokoh masyar

Hadapi Musim Pengujan, Wakil Wali Kota Bekasi Pimpin Apel Siaga Banjir

BEKASI - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto pimpin apel kesiapsiagaan dan antisipasi ancaman bencana banjir di halaman kantor Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Juma

Sebelum Dibongkar, Camat Pondok Gede Akan Layangkan Teguran Ketiga

BEKASI - Camat Pondok Gede Ahmad Syahroni mengaku akan memberikan teguran ketiga kepada pemilik bangunan liar (Bangli) di sepadan sungai depan Perumahan Duta Indah, Kelurahan J

Antisipasi Banjir, Kadistaru : Bangunan Liar di Sepadan Sungai Segera Ditertibkan  

BEKASI - Bangunan liar di sepadan sungai depan Perumahan Duta Indah, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi kembali menjamur yang sebelumnya diakui sudah dite