Konferensi Pers di Polda Sumatera Utara terkait kasus jual vaksin Corona secara ilegal. Dalam kasus ini Kepolisian menetapkan empat tersangka, Jumat (21/3/2021).

SUMUT - Polda Sumatera Utara (Sumut) menetapkan empat tersangk kasus dugaan suap penjualan Vaksin Covid-19 secara illegal, antara lain SW kerja swata, IW dokter/ ASN di Rutan Tanjung Gusta Medan, KS dokte/ASN di Dinkes Sumut dan SH staf di Dinas Kesehatan Sumut.

"Empat rang ditetapkan tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi suap menyuap dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi tidak sesuai peruntukan," kata Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Jumat (21/5/2021).

Pengungkapan dilakukan bermula adanya informasi diterima penyidik adanya dugaan beli vaksin Covid-19 di masyarakat pada Selasa (18/5/2021) lalu ada kegiatan vaksinasi di Perumahan Jati Residence, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Medan Perjuangan.

"Tersangka SW selaku penyelenggara bekerjasama dengan I, KS dan IH melaksanakan kegiatan vaksinasi di komplek tersebut dengan biaya dipungut dari warga Rp 250 ribu, dan vaksin tidak sesuai dengan peruntukannya,” ungkap Panca.

Vaksin untuk Lapas Tanjung Gusta yang diperjkual belikan peruntukannya untuk tenaga Lapas dan warga binaan. Barang bukti disita 13 botol vaksin Sinovac, 4 botol sudah kosong.

Penyidik menjerat SW selaku pemberi suap dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a dan b dan/atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999.

Kemudian untuk IW dan KS selaku penerima suap, dikenakan Pasal 12 huruf a dan b dan/atau Pasal 5 ayat 2 dan/atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001.

Selanjutnya dijunctokan dengan Pasal 64 ayat 1 KUHP serta Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun, dan denda paling sedikit Rp200 juta serta paling banyak Rp1 miliar.

Selanjutnya tersangka SH yang diduga berperan memberikan vaksin kepada IW tanpa melewati prosedur yang seharusnya, dijerat dengan Pasal 372 dan 374 KUHP yang bila memungkinkan juga akan dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi. 

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Ramses Sihombing Dipolisikan Robinhod Sihombing Atas Dugaan Penganiayaan 

TAPANULI UTARA- Berbuat baik belum tentunya hasilnya baik, itulah yang menimpa Robinhod Sihombing (42 ), warga dusun Simeme Desa Sipultak, Kecamatan Pagaran, Tapanuli Utara ter

Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Lima Pengedar Ganja

BEKASI-Polres Metro Bekasi Kota menagkap lima pengerdar narkotika golongan 1 jenis ganja di dua tempat berbeda, yakni, satu pelaku dimankan Polsek Jatisampurna dan empat pelaku lain di Pols

3 Tersangka Pembunuh Wartawan di Simalungun Terancam Hukuman Mati

PEMATANGSIANTAR – Kerja sama Polda dan Kodam Bukit Barisan pengungkapan kasus pembunuhan wartawan dengan memeriksa 57 saksi mata dan petunjuk lainnya membuahkan hasil, dan dengan

Polda Sumut Tangkap Pelaku Penembakan Wartawan di Simalungun

MEDAN - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) menangkap pelaku penembakan menewaskan seorang jurnalis di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara bernama Mara Salem Harahap (42).<

Polres Taput Gagalkan Pengiriman Ganja ke Bandung

TAPANULI UTARA - Satuan Narkoba Polres Taput berhasil meringkus dua orang tersangka penyalahgunaan narkotika jenis ganja, dari dua tempat yang berbeda pada hari yang sama, Rabu (2

Kedapatan Bawa Sajam Saat Aksi di PT Suzuki, Dua Anggota Ormas Dibekuk Polisi

BEKASI – Aksi ormas gabungan pada Rabu (2/6/2021) di PT Suzuki Indomobil Motor, Tambun, Kabupaten Bekasi berujung pidana. Pasalnya, polisi meringkus dua anggota dari ormas yang berbed