Ketua PC NU H. Komaruddin

BEKASI - Kasus Pencabulan seorang santriwati oleh guru ngajinya yang terjadi di Masjid Al-Hadid, Kampung Cinyosog, Burangkeng, Kabupaten Bekasi pada minggu lalu telah meresahkan masyarakat Kabupaten Bekasi. Hal itupun menjadi sorotan PC Nu Kabupaten  Bekasi, dan meminta pelaku dihukum berat.

Ketua PCNU Kab Bekasi, H. Komaruddin mengaku mengutuk keras perbuatan keji tersebut karena sudah melenceng dari ajaran agama, terlebih hal itu dilakukan oleh seorang ustad.

"Kami mengutuk keras atas tindakan yang tidak manusiawi itu, jelas ini sangat merugikan para pengajar ilmu agama di manapun itu,”tegasnya kepada palapapos.co.id selasa, (18/5/2021).

Menurutnya, pelaku harus diberi ganjaran hukum seberat-beratnya, tidak ada toleransi dalam pelanggaran HAM tersebut.

“Perbuatan ini harus cepat ditangani, jangan sampai hal ini berlarut-larut sehingga ada ketakutan bagi para orangtua yang menitipkan anaknya di pengajian,”kata beliau.

H. Komaruddin juga mengupayakan untuk berkoordinasi dengan Kementrian Agama dan Dewan Masjid Indonesia Kab. Bekasi (DMI) untuk mengajak para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid guna memerangi kekerasan seksual di dalam pendidikan.

“Ya, kami akan berkoordinasi dengan Kemenag serta DMI Kab Bekasi untuk mengajak para pengurus DKM khususnya di Kabupaten Bekasi untuk sama-sama perangi kekerasan seksual dalam dunia pendidikan,”ungkapnya.

Sebelumnya, peristiwa kelam yang menimpa SO (14) itu terjadi di ruang marbot Masjid Al Hadid, Kampung Cinyosog, RT 003 RW 02, Desa Burangkeng, Setu, pada Rabu, (12/5/2021).

UBA (39) adalah guru ngaji sekaligus marbot di masjid itu. Dengan iming-iming hadiah dan uang tunai, pria bejat itu melampiaskan hawa nafsunya di ruangan marbot masjid.

“Korban pun tergoda sehingga pada pukul 00.00 WIB, tersangka dan korban tiba di Masjid Al Hadid Kampung Cinyosog,”ungkap Kanit Reskrim Polsek Setu Iptu Kukuh.

Beruntungnya, kasus ini sudah dalam penanganan oleh polsek setempat dan akan ditindak sesuai pelanggaran hukum yang berlaku.

“Tersangka pun mengakui perbuatannya kepada korban sehingga tersangka kita amankan dengan barangbukti yang ada ke Polsek Setu guna pengusutan lebih lanjut,”tandasnya.

Penulis : Hafiz

Editor : Benys

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Akhirnya, Pansel Umumkan Tiga Nama Calon Sekda Kabupaten Bekasi

BEKASI – Panitia seleksi (Pansel) aakhirnya umumkan tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) setelah sebelumnya sempat tertunda.

Yerry Yanuar panitia seleksi mengata

Pemkab Bekasi Kembali Refocusing Anggaran 158 Milyar

BEKASI - Refocusing anggaran kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 158 miliar. Jumat, (25/6/2021).

Menurut Kepala Bida

Sekolah Tatap Muka di Kabupaten Bekasi Ditunda

BEKASI – Wabah Covid-19 yang belum mereda membuat Pemkab Bekasi memutuskan program Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tertunda yang sebelumnya direncanakan Juli 2021, dengan alas

Kadisdukcapil: Soal Apartemen, Kita Hanya Supporting

BEKASI- Kepala Disdukcapil Kota Bekasi Taufiq Hidayat mengakui, pihaknya hanya sebagai supporting System perapihan data kependudukan.

Hal itu disampaikan menggapi adanya d

BP Jamsostek Bersama Pemkab Bekasi Optimalkan Inpres No 2 Tahun 2021

BEKASI – Badan Penyelenggara (BP) Jamsostek Cabang Bekasi-Cikarang lakukan rapat koordinasi dengan Pemkab Bekasi,  agenda membahas realisasi dan percepatan implementasi Inst

Disperkimtan: Revitalisasi Alun-alun Kota Bekasi Tahap Pelaksanaan

BEKASI-Alun-alun Kota Bekasi di Jalan Veteran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi  direvitalisasi. Ssat ini masuk tahap pelaksanaan, dan Proyek revitalisasi dit