Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar. PALAPAPOS/Istimewa

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar bersama lima orang lainnya, dalam kegiatan tangkap tangan di Kabupaten Cianjur, Rabu (12/12/2018).

"Enam orang yang diamankan itu terdiri dari kepala daerah, kepala dinas dan kepala bidang, dari unsur musyawarah kerja kepala sekolah, dan pihak lain," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jakarta.

Syarif mengatakan sejak Rabu subuh, tim Penindakan KPK ditugaskan ke Cianjur. KPK pun mengamankan enam orang dan kemudian dibawa ke gedung KPK untuk proses lebih lanjut. "Hal itu dilakukan setelah didapatkan bukti awal dugaan telah terjadi transaksi suap terhadap penyelenggara negara," ucap Syarif Sebelumnya, kata dia. 

KPK mendapat informasi akan ada penyerahan uang terkait dengan anggaran pendidikan di Cianjur. "Setelah kami lakukan pengecekan di lapangan, terdapat bukti awal adanya dugaan pemberian suap untuk kepala daerah," ungkap Syarif.

KPK menduga uang tersebut dikumpulkan dari kepala sekolah untuk kemudian disetor ke bupati.

Usai Digeledah, Ruangan Kadisdik Terkunci
Sementara itu, ruang Kepala Dinas dan Kepala Bidang SMP Dinas pendidikan Kabupaten Cianjur digeledah orang tidak dikenal pada Rabu pagi, namun diduga petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekretaris Dinas Pendidikan Cianjur, Asep Seapurohman, saat dikonfirmasi membenarkan kedatangan lima orang yang tidak dikenal membawa kunci ruangan Kepala Dinas dan ruang Kepala Bidang SMP yang terletak berjauhan.

Namun, dia tidak bisa memastikan apakah kelima orang tersebut adalah petugas KPK atau preman yang melakukan tindak kriminal terhadap dua orang penting di Dinas Pendidikan Cianjur. "Saya hanya mendapat cerita dari beberapa orang staf terkait kedatangan lima orang yang tidak dikenal membawa kunci ruangan Kadis dan Kabid. Mereka datang pagi-pagi, empat orang laki-laki dan satu orang perempuan," katanya.

Dia menjelaskan, tidak tahu menahu terkait ditangkapnya kedua orang petinggi di Disdik Cianjur itu, terkait kasus apa atau operasi tangkap tangan, namun dia membenarkan kedua orang tersebut tidak terlihat sejak pagi hingga siang menjelang, bahkan telepon selular keduanya tidak dapat duhubungi.

Pantauan sejak pagi hingga siang hari suasana di lingkungan Kantor Disdik Cianjur, sepi tidak seperti biasanya. Ruangan Kepala Dinas Cecep Sibandi di lantai II kantor tersebut dalam keadaan terkunci, sedangkan hal yang sama terlihat di ruangan Kabid SMP Rosidin, namun lampu dalam ruangan terlihat masih menyala.

Beberapa orang staf di ruangan Kabid, terlihat hanya berbincang-bincang, bahkan ketika sejumlah pewarta datang mereka langsung terdiam, seorang diantaranya mengatakan kalau Kabid tidak terlihat sejak pagi.

Pada kesempatan terpisah KPK membenarkan melakukan kegiatan penindakan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. "Benar ada giat di Cianjur, tadi pada setelah subuh," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Jakarta. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Bupati Labuhan Batu Terjaring OTT

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan Bupati Labuhan Batu Erik Adtrada Ritonga terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Ut

Kadis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bekasi Terjerat Kasus Dugaan Korupsi

KOTA BEKASI - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskopukm) Kota Bekasi, YY ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kota Bekasi beserta 3 orang l

Mantan Bupati Yapen Provinsi Papua Diduga Korupsi, Kotra Pangaru Datangi KPK

JAKARTA - Sejumlah masa mengatasnamakan Komunitas Transparansi Pengguna Anggaran Papua Baru (KOTRA PANGARU) lakukan aksi demonstrasi di gedung Komisi Pemberan

Rumah Firli Bahuri dan Dua Rumah Lain di Geledah Polda Metro Jaya

KOTA BEKASI - Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya lakukan penggeledahan terhadap rumah Ketua KPK, Firli Bahuri dan dua rumah lainnya berlokasi di

NasDem Bantah Pernyataan KPK Terkait Aliran Dana dari SYL

JAKARTA - DPP Partai NasDem membantah pernyataan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya aliran dana korupsi kadernya dan mantan Menteri Pertanian (Mentan)

Ada Dugaan Aliran Dana Tersangka SYL ke Partai Nasdem

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan aliran dana miliaran rupiah dari mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) ke Partai NasDem.